Kamis, 19 Mar 2020 11:54 WIB

Dinantikan Banget! Ini Deretan Riset Vaksin Corona di Berbagai Negara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus corona: Kapan vaksin virus corona tersedia? Deretan vaksin corona di berbagai negara. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Para ilmuwan di seluruh dunia tengah mengembangkan vaksin untuk virus corona. Dua dari lima di antaranya sudah melakukan uji coba ke manusia.

Terbaru, peneliti di China yang sudah mendapat izin dari sejumlah otoritas kesehatan dunia untuk menguji vaksin tersebut pada manusia. Selain China, berikut daftar vaksin yang sedang dikembangkan ilmuwan di seluruh dunia dirangkum detikcom dari berbagai sumber:

1. China

Ilmuwan di China mendapat izin dari sejumlah otoritas untuk menguji vaksin virus corona pada manusia. The National Medical Products Administration telah menyetujui uji coba tes vaksin COVID-19 pertama yang dibuat di negara tersebut dan dikembangkan oleh Akademi Ilmu Kedokteran Militer di Wuhan.

"Sesuai dengan standar internasional dan hukum serta peraturan domestik, kami telah membuat persiapan awal untuk keselamatan, efektivitas, kualitas yang terkendali untuk produksi massal," kata Chen dikutip dari New York Post.

2. Amerika Serikat

Sebuah lembaga penelitian di Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah melakukan uji coba pertama vaksin virus corona (Covid-19). Institut Nasional Penyakit Alergi dan Infeksi (NIAID) yang bermarkas di Maryland, Amerika Serikat, mengumumkan pada Senin (16/3/2020) telah melakukan uji coba pertama pemberian kandidat vaksin COVID-19 kepada 45 orang dewasa yang sehat.

"Mencari vaksin yang aman dan efektif untuk mencegah infeksi (virus corona) adalah prioritas kesehatan publik yang mendesak," kata Direktur NIAID Anthony Fauci dalam pernyataannya yang dikutip dari CNN, Kamis (19/3/2020).

3. Israel

Ilmuwan di Israel sebelumnya mengklaim memiliki vaksin yang akan segera rampung dalam 90 hari. Meski begitu, belum ada informasi lebih lanjut terkait hal tersebut.

Para ilmuwan ini berasal dari Galilee Research Institute, yang dikenal sebagai MIGAL, sedang mencoba vaksin virus bronchitis avian coronavirus, atau IBV, untuk melihat reaksi pada virus corona baru atau COVID-19, seperti dilaporkan Jerusalem Post.

"Selamat kepada MIGAL atas terobosan yang menarik ini. Saya yakin akan ada kemajuan lebih lanjut yang cepat, memungkinkan kami untuk memberikan tanggapan yang diperlukan terhadap ancaman global COVID-19, " kata Ofir Akunis, Menteri Sains dan Teknologi Israel.

Akunis mengatakan dia telah menginstruksikan direktur jenderal kementeriannya untuk mempercepat semua proses persetujuan. Karena menurutnya vaksin oral harus melalui proses regulasi, termasuk uji klinis.

Selanjutnya
Halaman
1 2