Kamis, 19 Mar 2020 12:35 WIB

Warga Malaysia yang Langgar Aturan Karantina Corona Didenda Rp 700 Ribu Sehari

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Shoppers looking at empty shelves at a supermarket in Kuala Lumpur, Malaysia, Tuesday, March 17, 2020. Malaysia has the highest number of cases in Southeast Asia and the fourth highest in Asia following a spike in recorded coronavirus cases after China, South Korea and Japan. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some it can cause more severe illness. (AP Photo) Warga malaysia kena denda kalau nggak karantina rumah. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Para petugas dan otoritas kesehatan di Malaysia telah menekankan bahwa karantina memerankan peran penting dalam upaya menekan angka penularan wabah virus corona baru atau COVID-19. Saat menjalani masa karantina, mereka yang kemungkinan membawa virus tidak akan menulari orang di sekitarnya.

Saat ini, Malaysia yang juga telah menerapkan lockdown di negara mereka, memprioritaskan karantina rumah dan dianggap genting di masa-masa sulit seperti sekarang. Dikutip World of Buzz dari media lokal Malaysia, Sinar Harian, warga yang tidak mematuhi aturan karantina rumah terlebih mereka yang diwajibkan, dapat dipenjara selama dua tahun dan denda.

Hukuman tersebut berlaku bagi mereka yang melakukan pelanggaran pertama kali. Namun jika berulang, mereka akan menghadapi hukuman penjara 5 tahun atau didenda atau keduanya. Seorang pakar hukum Malaysia, Syazlin Mansor, mengatakan individu dapat didenda hingga RM200 atau sekitar Rp 700 ribu perhari dan dihitung berdasarkan jumlah hari pelanggaran karantina.

"Pasal 15 (1) UU Pencegahan dan Pengendalian Penyakit memungkinkan setiap pejabat memerintahkan orang untuk mendatangi rumah mereka yang dicurigai selama masa karantina," kata Syazlin saat dihubungi Sinar Harian.

Karantina, baik di rumah maupun di rumah sakit, dipercaya dapat mengendalikan wabah COVID-19. Hingga kini para ahli menyatakan karantina dan social distancing adalah soluso untuk mencegah penyebaran penyakit meluas.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)