Jumat, 20 Mar 2020 07:00 WIB

Indonesia Baru Mulai, China Umumkan Bebas Transmisi Lokal Virus Corona

Anjar Mahardhika - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Jumlah kasus positif virus corona COVID-19 di Indonesia kini terus meningkat. Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Wabah Corona, dr Achmad Yurianto mengumumkan, terdapat penambahan kasus menjadi 309 positif, dengan 25 kematian dan 15 sembuh.

"Total kasus hari ini 309 orang," kata Yuri, dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2020).

Ketika kasus penyebaran virus corona COVID-19 terus bertambah di Indonesia, untuk pertama kalinya China mengumumkan tidak ada kasus virus corona transmisi lokal sejak pandemi ini dimulai.

Sebelumnya, pada konferensi pers hari Kamis pagi (19/3/2020), para pejabat dari Komisi Kesehatan Nasional China mengumumkan hanya ada 34 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Semua kasusnya diimpor dari luar China, seperti dikutip dari CNN.

Banyak ahli menganggap ini sebagai bukti dari keberhasilan yang berkelanjutan dari upaya China menangani penyebaran virus ini.

"Sangat jelas bahwa tindakan yang diambil di China hampir mengakhiri gelombang infeksi pertama mereka," kata Ben Cowling, kepala Divisi Epidemiologi dan Biostatistik dari Sekolah Kesehatan Masyarakat, Universitas Hong Kong dilansir dari New York Times.

Bila dibandingkan, jumlah ini lebih sedikit daripada peningkatan virus corona di Indonesia yang telah menambah 82 kasus positif baru.



Simak Video "Geser China, AS Jadi Pusat Pandemi Virus Corona COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)