Jumat, 20 Mar 2020 07:26 WIB

Kasus Corona Berkurang Drastis di Hubei, Petugas Medis Menangis Bahagia

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sejumlah penumpang maskapai China Eastern tujuan Shanghai China mengantre untuk melakukan boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2/2020). China Eastern merupakan pesawat terakhir yang melakukan penerbangan setelah pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan memutuskan mulai tanggal 5 Februari 2020 jam 00.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunda penerbangan dari dan menuju daratan Cina terkait terus berkembangnya kasus penyebaran Novel Coronavirus. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww. Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Provinsi Hubei, China merupakan salah satu wilayah terdampak virus corona COVID-19 terbesar. Namun, belum lama provinsi ini melaporkan bahwa sudah tidak ada lagi kasus COVID-19 selama dua hari penuh yang terdaftar di wilayah tersebut.

Menanggapi hal ini, para petugas medis di sana menyambutnya dengan tangis kebahagiaan.
Dikutip dari World of Buzz, selama dua hari berturut-turut, Provinsi Hubei, China Tengah melaporkan jumlah kasus COVID-19 yang baru masuk berjumlah nol atau tidak ada sama sekali. Menurut komisi kesehatan provinsi, hal itu sudah terjadi sejak Selasa (17/3) lalu.
Sebelumnya, jumlah kasus terakhir di provinsi tersebut, mencapai 67.800 kasus. Berkurangnya kasus ini, diyakini karena pemerintah China melakukan karantina ketat dan tes pengecekan yang luas.
Selain itu, 50.000 petugas medis profesional di sana juga diberikan penghargaan, karena telah mempertaruhkan nyawa demi bekerja melawan virus tersebut.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)