Jumat, 20 Mar 2020 12:10 WIB

Deretan 'Epicenter' Corona di Berbagai Belahan Dunia, Termasuk Jakarta

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kondisi Kota Daegu kini pasca virus Corona. Petugas melakukan desinfeksi di daegu, Korea Selatan. Foto: (AP)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut Jakarta telah menjadi salah satu episentrum virus corona. Ia menyebut salah satu alasannya karena penularan di jakarta bergerak sangat cepat.

"Dalam paparan yang tadi kami sampaikan, kita gambarkan bahwa situasi di Jakarta penyebarannya bergerak sangat cepat dan sekarang Jakarta merupakan salah satu epicenter dengan pertambahan kasus yang sangat signifikan," jelas Anies saat konfrensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Ditetapkan suatu wilayah menjadi episentrum virus corona apabila jumlah kasus terus bertambah secara signifikan. Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH menyebut penentuan suatu wilayah menjadi episentrum mencakup adanya penularan yang tidak terjadi di hanya satu titik namun meluas hhinga ke kota, kecamatan, atau desa.

Saat ini ada beberapa wilayah yang disebut telah menjadi episentrum virus corona. Berikut beberapa di antaranya dikutip dari berbagai sumber.

1. Hubei, China

Wuhan, salah satu kota di Provinsi Hubei, China, menjadi episentrum pertama virus corona baru COVID-19. Di wilayah ini kasus infeksi virus corona baru pertama kali ditemukan pada Desember 2019 silam yang diduga berasal dari pasar hewan di Wuhan.

Hingga kini tercatat ada 67 ribu kasus infeksi virus corona di seluruh Provinsi Hubei, China dengan 58 ribu telah dinyatakan sembuh dan sekitar 3 ribu orang meninggal dunia.

2. Italia

Menyusul China, Italia kini menjadi episentrum virus corona. Beberapa wilayah yang terkena dampak paling serius di Italia adalah Lombardy, Veneto, dan Piemonte. Bahkan saat ini Italia telah menjadi negara episentrum virus corona di benua Eropa.

Pemerintah Italia kini telah menutup rapat seluruh pintu masuk negaranya mengingat jumlah kasus telah mencapai 41 ribu dengan kematian mencapai 3,405, sedikit lebih banyak dari Tiongkok.

3. Qom, Iran

Kementerian Kesehatan Iran menyatakan Kota Syiah Qom menjadi wilayah episentrum virus corona di negara tersebut mengingat mayoritas kematian dan infeksi berasal dari orang-orang yang telah mengunjungi Qom. Kota Qom yang dihuni oleh hampir satu juta orang, menjadi tempat tujuan peziaran muslim di berbagai dunia sehingga penyebaran virus corona sangat masif di wilayah tersebut.

Wabah virus corona di Iran juga disebut menjadi yang paling mematikan di dunia. Tercatat 18 ribu kasus positif virus corona di Iran dan 1,200 di antaranya meninggal dunia.

4. Daegu, Korea Selatan

Sekitar 90 persen total dari virus corona di Korea Selatan berasal dari wilayah Daegu. Pemerintah Korea Selatan juga telah menetapkan Daegu dan Gyeongsangbuk-do sebagai special care zone karena adanya lonjakan kasus virus corona COVID-19 di daerah tersebut.

Sebagian besar kasus diyakini terkait dengan sekte Gereja Shincheonji yang memiliki banyak pengikut. Saat ini di seluruh wilayah Korea Selatan terdapat sekitar 8 ribu kasus positif, 94 orang di antaranya meninggal dan sekitar 1,500 dinyatakan sembuh.

5. Kapal Pesiar Diamond Princess

Kementerian Kesehatan RI menyebut kapal pesiar Diamond Princess sudah menjadi episentrum baru dengan kasus kejadian seperti di Wuhan. Semua orang di dalam kapal mewah itu sudah sangat mungkin tertular virus corona baru COVID-19.

"Kalau di Wuhan, kejadian konfirm sekitar 5 persen dari seluruh warga negaranya. Tapi di kapal, angkanya sudah 15 persen jadi harus lebih diawasi. Banyak yang menjadi PDP (pasien dalam pengawasan) bahkan di antaranya confirm," tutur dr Achmad Yurianto, yang kala itu masih menjabat sebagai Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI.

Tercatat 712 penumpang kapal pesiar mewah Diamond Princess positif virus corona. Sekitar 7 penumpang dinyatakan meninggal dan 325 orang sembuh.

6. DKI Jakarta, Indonesia

Di Indonesia, kasus virus corona baru COVID-19 paling banyak terdapat di DKI Jakarta. Ada 210 kasus positif dan 25 dinyatakan meninggal akibat virus corona di DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta warganya untuk tidak bepergian ke luar Jakarta selama 3 pekan sebagai langkah antisipasi kelonjakan dan penyebaran virus corona.

"Saya penting garis bawahi, tolong kabari semua warganya, jangan meninggalkan Jakarta. Sampaikan ke RT/RW (agar warganya) tidak meningalkan Jakarta kecuali genting. Jangan pergi, tahan," kata Anies dalam keterangan resmi di Pemprov DKI Jakarta, Kamis (19/3/2020).



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)