Jumat, 20 Mar 2020 15:30 WIB

Daripada untuk Mabuk, Ciu Banyumas Bakal Jadi Bahan Hand Sanitizer

Arbi Anugrah - detikHealth
Bupati Banyumas Achmad Husein, Kamis (4/1/2018). Bupati Banyumas, Achmad Husein (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Bupati Banyumas Achmad Husein membuat terobosan unik. Untuk mengatasi kelangkaan hand sanitizer imbas virus corona COVID-19, ia akan memanfaatkan minuman keras tradisional 'ciu' sebagai bahan alternatif.

"Saya akan membuat hand sanitizer sendiri, karena sumber alkoholnya ada dan saya sedang memesan ke Puspitek (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) untuk meningkatkan kadar alkohol yang 20 persen menjadi 70 persen, 80 persen hingga 90 persen," kata Husain kepada wartawan di Purwokerto, Jumat (20/3/2020).

Husain menjelaskan, bahan baku ciu akan diambil dari Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas. Menurutnya, masyarakat di desa tersebut dapat membuat sekitar 2.000 liter ciu per hari. Meski diakuinya selama ini produksi ciu tersebut selalu kucing-kucingan dengan aparat.

"Sumbernya dari sana (Desa Wlahar) daripada untuk mabuk-mabukan," ujarnya.

Husain mengungkapkan, dia sudah mencoba membuat sendiri hand sanitizer berbahan dasar ciu dan sudah diuji coba. Kadar alkoholnya pun meningkat dari 20 persen menjadi 96 persen.

"Saya kemarin sudah bikin sendiri dan sudah uji coba, kadar alkoholnya 96 persen. Saya pakai gliserin untuk penghalus saja, sama H2O2 hidrogen peroksida, itu untuk antiseptik," ujarnya.

"Jadi 810 mililiter (ciu) kemudian ditambah hidrogen peroksidanya 100 mililiter tinggal sisanya air sampai kemudian ini terasa enak di tangan, jangan terlalu kental dan jangan terlalu encer," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2