Sabtu, 21 Mar 2020 05:02 WIB

Banyak yang Tak Standar, FKUI Tak Sarankan Bikin Hand Sanitizer Sendiri

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Fasilitas antiseptik gratis tersedia di halte TransJakarta Harmoni. Keberadaan antiseptik gratis itu sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus corona. Hand Sanitizer (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Di tengah langka dan mahalnya hand sanitizer, banyak orang yang memilih untuk meraciknya sendiri. Biasanya, kebanyakan dari mereka mendapatkan informasi terkait bahan-bahannya dari media sosial, terutama YouTube.

Hand sanitizer DIY (Do It Yourself) rata-rata dibuat dengan komposisi alkohol 70 persen. Menanggapi hal ini, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, mengatakan tidak bisa sembarangan dalam membuat hand sanitizer.

"Saya sampaikan, bahwa ada standarnya dalam membuat hand sanitizer. Ada komposisinya, ada hitungannya, nanti malah berisiko," jelasnya saat melakukan konferensi pers daring FKUI Peduli Covid-19 pada Jumat (20/3/2020).

Prof Ari mengingatkan kepada masyarakat, untuk tidak sembarangan mencoba membuat hand sanitizer, jika tidak memiliki pengetahuan mengenai hal tersebut. Dampaknya bisa berbahaya dan berisiko.

"Jadi, saya tidak menganjurkan masyarakat yang tidak memiliki pengetahuan mengenai masalah kimia ini mencoba buat (hand sanitizer) sendiri," tegasnya.

Prof Ari juga menghimbau dan mengajak institusi pendidikan yang memiliki laboratorium kimia dan farmasi untuk ikut andil, dalam membuat hand sanitizer ini. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar bisa mengerti bagaimana membuat hand sanitizer sendiri dengan takaran dan bahan yang aman.



Simak Video "Ini Bahayanya Jika Hand Sanitizer Digunakan Terus Menerus"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)