Sabtu, 21 Mar 2020 14:28 WIB

Disebut Jokowi Bisa Jadi Obat Corona, Ini 6 Fakta Klorokuin

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Chemical formula of Chloroquine on a futuristic background Klorokuin dipesan Jokowi untuk jadi obat corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Zerbor)
Jakarta -

Selain Avigan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga akan memesan klorokuin sebagai obat untuk melawan virus corona COVID-19 di Indonesia. Menurutnya klorokuin telah digunakan di beberapa negara dan telah menunjukkan hasil yang positif dalam proses penyembuhan pasien.

"Klorokuin ini, kita siap 3 juta," terang Jokowi di Istana Merdeka dalam siaran langsung di akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (20/3/2020).

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah fakta-fakta dari klorokuin.

1. Obat antimalaria

Chloroquine Phosphate atau klorokuin merupakan obat antimalaria yang telah digunakan selama lebih dari 70 tahun.

2. Telah diuji klinis di China

Wakil Kepala Pusat Pengembangan Bioteknologi Nasional China, Sun Yanrong dalam konferensi pers, pada Selasa (18/2), menyatakan klorokuin mempunyai efek penyembuhan tertentu pada penyakit virus corona. Hal ini diketahui setelah dilakukannya berbagai macam uji klinis di rumah sakit di China.

Meskipun baru diuji klinis di China dan belum dikonfirmasi oleh dunia sebagai obat virus corona. Klorokuin telah mendapatkan perhatian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan akan dilakukan pengujian terhadap obat tersebut dalam waktu dekat ini.

3. Digunakan di lebih 10 rumah sakit di China

Selama pandemi virus corona berlangsung, klorokuin telah digunakan dalam uji klinis di lebih dari 10 rumah sakit di Beijing, serta di provinsi Guangdong, China selatan dan provinsi Hunan, China tengah.

4. Percepat penyembuhan pasien

Dalam uji coba tersebut, kelompok pasien yang menggunakan klorokuin mengalami penurunan demam dan hasil CT scan pun menunjukkan paru-parunya membaik.

5. China ajukan hak paten kombinasi obat klorokuin

Pada tanggal 21 Januari, Institut Virologi Wuhan telah mengajukan hak paten obat dari perpaduan klorokuin dan remdesivir yang diklaim efektif melawan virus corona berdasarkan hasil uji coba di laboratorium.

6. Bisa dikembangkan di Indonesia

Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjadjaran (Unpad), Keri Lestari mengatakan klorokuin mempunyai hasil yang baik dalam mengobati pneumonia akibat virus corona.

"Ini biasa digunakan untuk antimalaria, bisa juga untuk lupus. Dia punya potensi aktivitas anti virus spectrum luas, ini diteliti di China sejak 2013. Aktivitas anti-virus dan anti-inflamasi klorokuin dapat menjelaskan khasiatnya dalam menangani pasien dengan pneumonia COVID-19," kata Keri, Rabu (11/3/2020).

Keri juga menjelaskan obat sintetis klorokuin ini bisa diproduksi oleh PT Kimia Farma yang mengelola perkebunan kina di Jawa Barat. Sebab kandungan yang terdapat dalam kina memiliki kemiripan dengan klorokuin yang telah diuji klinis di China.

"Kalau mau dikembangkan kembali sangat bisa. Kimia Farma mempertimbangkan untuk memproduksi kembali," tuturnya.



Simak Video "Alasan WHO Minta Penggunaan Klorokuin untuk Pasien COVID-19 Disetop"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)