Minggu, 22 Mar 2020 05:00 WIB

Benarkah Berjemur Bisa Cegah Virus Corona? Ini Faktanya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Virus corona diketahui menyerang orang yang memiliki sistem imun tubuh yang lemah. Maka dari itu beberapa kebiasaan perlu dilakukan untuk menjaga imunitas tubuh, salah satunya disebut bisa dengan berjemur.

dr Adria Rusli SpP (K) dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RPSI) Sulianti Saroso menjelaskan berjemur bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh.

"Berjemur itu untuk membentuk provitamin D menjadi vitamin D. Memang vitamin D dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh kita," jelasnya saat dihubungi detikcom Jumat, (18/3/2020).

Dihubungi secara terpisah, dr Frans Abednego Barus, SpP, dari OMNI Hospitals Pulomas menjelaskan berjemur tidak secara spesifik mencegah virus corona. Selain itu ia menegaskan berjemur harus di waktu yang tepat.

"Jangan jadikan itu terapi yang utama, berjemur akan membantu kita karena ada sinar inframerah. Jam berapa dulu kita berjemur, inframerah yang Anda butuhkan itu antara jam setengah 7 sampai jam 7, di luar itu jangan berjemur, kanker kulit nanti akan terjadi," kata dr Frans.

Selain berjemur, ahli paru dari RS Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP, juga menjelaskan tidur cukup bisa membantu menjaga imunitas tubuh. Namun hal ini tidak spesifik dijelaskan membantu untuk mencegah diri dari virus corona COVID-19.

"Cukup tidur kan untuk repair sistem pertahanan tubuh, kalau kita aktivitas siang terus tidur kemudian semua perbaikan-perbaikan akan terjadi di saat kita tidur, bisa meningkatkan imunitas tubuh," tutupnya.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)