Minggu, 22 Mar 2020 09:03 WIB

Amankah Periksa Gigi di Tengah Pandemi Virus Corona? Ini Panduannya

Ayunda Septiani - detikHealth
Dentist wearing eyeglasses gloves and mask examining a patient teeth with a dental probe and a mirror in a clinic box with equipment in the background Amankah periksa gigi di tengah pandemi virus corona COVID-19? (Foto: iStock)
Jakarta -

Dokter gigi merupakan profesi yang paling rentan terpapar dengan virus corona atau COVID-19. Mereka mau tidak mau harus bersentuhan langsung dengan bagian droplet atau cairan yang berada di dalam mulut pasien saat melakukan penanganan medis.

Menurut edaran dari Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) mengenai pedoman pelayanan kedokteran gigi selama pendemi virus COVID-19, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh dokter gigi yang menjalankan tugasnya.

Praktisi kesehatan gigi dan mulut dari HHDC Thamrin City, drg Rachel Sifra menjelaskan ada pasien yang boleh dan tidak boleh dahulu untuk datang ke dokter gigi.

Kriteria pasien boleh datang ke dokter gigi saat ini:

  1. Keadaan emergency seperti, nyeri gigi yang tidak tertahankan, mengalami pendarahan, gigi yang tiba-tiba lepas, dan hal yang terjadi secara tiba-tiba, harus segera di tolong karena sangat mengganggu dan mengancam kesehatan tubuh secara menyeluruh.
  2. Dalam keadaan sehat, tidak demam, batuk, pilek.
  3. Tidak habis bepergian ke daerah-daerah pandemi dalam 24 hari terakhir.
  4. Tidak habis kontak dengan orang yang suspect corona.

Kriteria pasien yang tidak boleh datang dulu:

  1. Perawatan yang bersifat bisa ditunda, seperti kontrol, perawatan estetik, pencabutan gigi (tidak sakit).
  2. Pasien yang sakit demam (bukan karena sakit gigi), yang lagi batuk dan pilek.
  3. Yang habis bepergian ke daerah pandemi dalam kurun waktu 24 hari.
  4. Orang yang kontak dengan orang suspect corona.

drg Rachel menambahkan, jika ada pasien yang datang dengan gejala batuk flu boleh saja untuk datang, asalkan memang bersifat emergency.

"Pasien yang datang dengan gejala demam, batuk, flu boleh ke dokter gigi, asalkan memang membutuhkan perawatan yang sifatnya emergency itu. Dan sebagai drg yang merawat, perawat yang membantu harus proteksi diri semaksimal mungkin. Baik itu sebelum dan sesudah perawatan, harus melakukan desinfeksi," tutupnya.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)