Minggu, 22 Mar 2020 11:03 WIB

Warga Italia Tak Patuhi Isolasi, Petugas Medis dari China Kecewa

Ayunda Septiani - detikHealth
Italia jadi salah satu negara dengan jumlah kasus COVID-19 yang cukup tinggi di luar China. Petugas medis di negara itu bahu membahu rawat pasien virus corona. Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

The Executive Chairman, Red Cross Society of China, Sun Shuopeng, yang sedang bertugas untuk membantu Italia menangani virus corona mengatakan, orang-orang di sana tidak cukup mematuhi peraturan yang sudah diberikan pemerintah. Dan satu cara untuk menghentikan penyebaran virus adalah dengan menutup semua kegiatan ekonomi.

"Semua orang terlibat dalam perang melawan COVID-19, bukan hanya pemerintah, bukan hanya staf medis. Semua warga negara harus terlibat dan mengikuti langkah-langkah penahanan," ujar Sun, dikutip dari News Week, Minggu (22/3/2020).

Dia juga mengatakan, ia terkejut melihat begitu banyak orang Milan berjalan di sekitar kota, menggunakan transportasi umum, makan malam di hotel dan tidak mengenakan masker pelindung.

"Sudah waktunya untuk menutup kegiatan ekonomi dan melarang pergerakan orang. Kita harus cepat, kita harus menghentikan semua kegiatan ekonomi dan menghentikan mobilitas. Setiap orang harus tetap di rumah, di karantina. Dan kita perlu semua orang bersiap untuk melindungi kehidupan mereka, karena kehidupan manusia adalah hal yang paling penting," kata Sun dalam konferensi pers di Milan, menurut situs berita Italia Milano Corriere.

Sun memperingatkan bahwa Wuhan, China, menjadi pusat pandemi dan hanya mengalami infeksi puncaknya setelah satu bulan di lockdown dengan ketat.

"Di kota Wuhan setelah satu bulan sejak penerapan kebijakan lockdown, kami melihat penurunan dari penyebaran," kata Sun, menurut CNN.

"Di sini di Milan, daerah yang paling parah dilanda COVID-19, tidak ada kebijakan lockdown yang sangat ketat. Seperti, transportasi umum masih berfungsi, orang-orang masih berkeliaran, masih ada makan malam, berpesta di hotel, dan kamu tidak mengenakan masker. Kami membutuhkan setiap warga negara untuk terlibat dalam pertarungan COVID-19 dan mengikuti kebijakan ini." tutupnya.



Simak Video "WHO: Lockdown Bukan Solusi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)