Selasa, 24 Mar 2020 07:30 WIB

Saran Dokter Jika Kulit Terpapar Cairan Desinfektan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Yunani melaporkan adanya kasus virus corona di negara itu. Sejumlah ruang publik di kawasan Yunani pun disemprot desinfektan guna cegah penyebaran COVID-19. Penyemprotan desinfektan untuk kurangi penyebaran virus corona. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Untuk mencegah meluasnya virus corona COVID-19 di Indonesia, berbagai cara sudah mulai dilakukan. Contohnya seperti menyediakan wastafel dan hand sanitizer untuk membersihkan tangan, diberlakukannya kebijakan Work From Home atau kerja di rumah, sampai penyemprotan desinfektan.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari DNI Skin Centre, dr I Gusti Nyoman Darma Putra, SpKK, penyemprotan desinfektan atau larutan zat kimia tertentu berfungsi untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme yang ada pada suatu objek, dan bisa digunakan pada kulit atau alat kesehatan.

"Umumnya tidak ada efek berbahaya setelah kulit terpapar desinfektan. Namun, jika merasa tidak nyaman, misal kulit terasa kering bisa olesi dengan pelembab kulit," kata dr Darma saat dihubungi detikcom, Senin (23/3/2020).

dr Darma mengatakan, efek samping akan terasa jika seseorang memiliki kulit sensitif ataupun luka terbuka di kulitnya. Ini bisa menimbulkan gejala, seperti gatal, kemerahan, dan perih setelah terkena paparan.

"Jika itu terjadi, segera basuh atau mencuci kulit yang mengalami gejala dengan air bersih yang mengalir dan menggunakan obat antiinflamasi," ujarnya.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)