Selasa, 24 Mar 2020 14:46 WIB

Wanita Ini Positif Virus Corona dengan Gejala yang Berbeda

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Italia kini jadi pusat wabah corona. Negeri Pizza itu kini tengah berduka karena korban meninggal akibat virus tersebut tertinggi di dunia. Beberapa pasien COVID-19 menunjukkan gejala berbeda dari biasanya. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Seorang wanita asal Amerika menceritakan kondisinya yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona COVID-19. Sebelum mengetahui dirinya positif, wanita bernama Julia Buscaglia ini memang memiliki riwayat bepergian ke negara yang berisiko, yaitu Italia pada 29 Februari 2020.

Namun, saat itu Julia tidak merasakan gejala yang mengarah ke COVID-19, seperti batuk kering, sesak napas, dan demam. Wanita berusia 20 tahun itu mengatakan ia merasa tubuhnya sakit saat bangun tidur pada hari itu.

"Aku merasa kepalaku berdenyut, telingaku berdengung, dan tenggorokanku terasa seperti terbakar. Selain itu, tubuhku sakit, merasa kedinginan, dan setelah diukur suhu tubuhku 37,8 derajat celcius," jelasnya yang dikutip dari Daily Star.

Untuk mengatasi keluhannya, ia mengkonsumsi obat anti radang dan berada di tempat tidur sepanjang hari. Namun, hingga hari terakhirnya di Italia pada 3 Maret lalu, keadaannya belum ada perubahan. Ia tidak bisa mendengar dengan jelas, kepalanya masih berdenyut, bahkan kehilangan indera penciuman dan perasa, meskipun ia tidak flu.

Akhirnya, ia berusaha mengobati keluhannya dengan mengkonsumsi paracetamol dan beristirahat untuk kembali ke Amerika paginya. Sesampainya di Amerika, ia dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri dari 5-13 Maret. Selama itu, semua fungsi indera Julia kembali normal dan tidak menunjukkan gejala COVID-19.

Tapi, pada 13 Maret Julia akhirnya menjalani tes COVID-19 karena dorongan keluarganya sebelum kembali bekerja. Di hari berikutnya, Julia dikabarkan positif mengidap COVID-19.

"Aku kaget, bagaimana bisa aku positif? Bahkan aku tidak memiliki gejala seperti yang ada di berita. Namun, dokter mengatakan aku baru kembali dari negara yang berisiko, dan untuk menjadi positif juga tidak selalu menunjukkan gejala," ujar Julia.

Dengan keadaan itu, Julia harus menjalani karantina di rumahnya dan tidak keluar sampai ia di tes sebanyak dua kali dengan hasil negatif. Selama karantina, ia diwajibkan untuk melaporkan suhu tubuhnya setiap hari kepada petugas kesehatan.



Simak Video "Punya Gejala Demam Tinggi, Ini Beda DBD dan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)