Selasa, 24 Mar 2020 16:54 WIB

Tak Semua Kasus Positif Corona Diisolasi di RS, Ini Prioritasnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto Tak semua kasus corona diisolasi, ini prioritasnya. (Foto: dok.BNPB)
Jakarta -

Hari ini, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, kembali memberikan informasi terkait COVID-19 di Indonesia. Jumlah kasus positif saat ini sudah berada pada angka 686 kasus.

Di hari yang sama, fasilitas yang telah diubah menjadi rumah sakit darurat penanganan COVID-19 pun sudah mulai beroperasi, salah satunya Wisma Atlet di Jakarta. Rumah sakit darurat ini sudah direncanakan menjadi bagian dari tempat isolasi atau karantina rumah sakit.

"Kita memang dari awal merencanakan rumah sakit- rumah sakit tambahan ini adalah bagian dari isolasi rumah sakit atau karantina rumah sakit. Dan ini sesuai dengan Undang-Undang No 6 2018 tentang karantina yang kaitannya dengan penanganan penyakit menular," jelasnya saat melakukan konferensi pers di BNPB, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2020).

Yuri menegaskan, delapan rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat ini ditujukan untuk pasien dengan keluhan sedang sampai berat. Selain itu, pasien dengan penyakit komorbid yang menyertai dan membutuhkan perawatan yang intensif wajib diisolasi di rumah sakit.

"Yang berada di rumah sakit, kita pastikan yang tidak mungkin melakukan isolasi di rumah atau kita yakini bahwa membutuhkan layanan monitoring yang intensif dari tim kesehatan," imbuhnya.

"Misalnya pada keluhan yang sedang atau dengan komorbid yang menyertai, ini yang membutuhkan layanan rumah sakit dan pengawasan yang ketat," lanjut Yuri.

Untuk pasien positif dengan keluhan atau gejala yang ringan, lebih disarankan untuk melakukan karantina di rumah. Menurut Yuri, karantina rumah in sudah sangat bagus dan efektif.

"Sebenarnya dengan melakukan isolasi diri di rumah sudah sangat bagus dan cukup efektif. Ini yang akan kita dorong, sehingga tidak semua kasus positif menjadi beban layanan rawatan rumah sakit," ujar Yuri.



Simak Video "3 WNI di Kapal Pesiar Jepang Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)