Rabu, 25 Mar 2020 19:45 WIB

Viral Jenazah PDP Corona Dibawa Keluarga, Ini Prosedur yang Benar

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi corona Beredar video jenazah PDP corona diambil paksa keluarga. (Foto: ilustrasi corona)
Jakarta -

Di media sosial beredar video viral jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona COVID-19 di RS Bahteramas, Kendari, Sulawesi Tenggara, dibawa paksa keluarganya. Dalam video jenazah yang sebelumnya telah dibungkus dengan plastik kedap udara tampak dimandikan.

Plt Dirut RS Bahteramas, Sjarif Subijakto, menjelaskan pasien ini satu dari tujuh pasien yang masih dalam perawatan. Pasien telah menjalani perawatan sejak 18 Maret lalu, namun hasil laboratorium untuk status infeksi coronanya belum diketahui positif atau negatif.

"Dibawa pulang sendiri, tapi pihak keluarga sudah tanda tangan," kata Sjarif beberapa waktu lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa ada prosedur khusus untuk menangani jenazah yang meninggal karena penyakit infeksi. Alasannya karena ada kemungkinan patogen penyebab penyakit bertahan di dalam jenazah dan berbahaya untuk lingkungan sekitar.

"Berapa lama agen penyakit ini bisa bertahan di dalam tubuh jenazah berbeda-beda," tulis WHO di situs resminya.

Berikut adalah langkah-langkah pemulsaran jenazah pasien virus corona yang dikutip dari Pedoman Kesiapsiagaan nCoV di Indonesia:

1. Petugas kesehatan harus menjalankan kewaspadaan standar ketika menangani pasien yang meninggal akibat penyakit menular.

2. APD lengkap harus digunakan petugas yang menangani jenazah jika pasien tersebut meninggal dalam masa penularan.

3. Jenazah harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah.

4. Jangan ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari bagian luar kantong jenazah.

5. Pindahkan sesegera mungkin ke kamar jenazah setelah meninggal dunia.

6. Jika keluarga pasien ingin melihat jenazah, diijinkan untuk melakukannya sebelum jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dengan menggunakan APD.

7. Petugas harus memberi penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular. Sensitivitas agama, adat istiadat dan budaya harus diperhatikan ketika seorang pasien dengan penyakit menular meninggal dunia.

8. Jenazah tidak boleh dibalsem atau disuntik pengawet.

9. Jenazah yang akan diautopsi harus dilakukan oleh petugas khusus, jika diijinkan oleh keluarga dan direktur rumah sakit.

10. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi.

11. Jenazah hendaknya diantar oleh mobil jenazah khusus.

12. Jenazah sebaiknya tidak lebih dari 4 (empat) jam disemayamkan di pemulasaraan jenazah.



Simak Video "Mengenal Fasilitas Khusus di Ruang Isolasi Pasien Corona COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)