Kamis, 26 Mar 2020 05:32 WIB

Mengenal Hazmat Suit yang Banyak Dipakai Saat Pandemi Corona

Ayunda Septiani - detikHealth
Maraknya virus corona membuat pelayanan penerbangan ikut menghalau penyebaran dengan operasi disinfeksi lewat cairan disinfektan. Petugas mengenakan hazmat suit saat disinfeksi virus corona covid-19 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Salah satu kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) adalah hazmat suit atau baju hazmat. Kelengkapan ini mudah sekali dikenali karena oleh banyak orang dianggap mirip baju astronot.

Penggunaan APD sendiri sangat penting untuk mencegah penularan virus corona. COVID-19 bisa menular melalui droplet atau cairan liur dari pasien yang terinfeksi COVID-19. Karena itu, belakangan ini banyak bermunculan foto para dokter saat menggunakan pakaian khusus berwarna putih atau juga dikenal dengan istilah hazmat suit.

Lalu, apa itu hazmat suit?

Dikutip dari Independent, APD atau hazmat suit merupakan singkatan dari 'hazardous material suit'. Alat yang didesain khusus untuk melindungi tenaga medis dari bahan atau zat berbahaya, seperti bahan kimia dan biological agents. APD atau jas hazmat biasanya dilengkapi dengan kacamata, sarung tangan dan jas yang berbahan khusus.

APD ini umumnya dikenakan oleh petugas medis saat merawat pasien dengan diagnosis penyakit yang bisa menular, saat melakukan kontak langsung. Contohnya pada pasien yang terinfeksi virus corona.

Rumah sakit biasanya memiliki prosedur yang berbeda-beda untuk penggunaan APD. Yang biasanya disesuaikan dengan kondisi pasien, rumah sakit, serta lokasi yang terjangkit wabah virus atau penyakit berbahaya lainnya.



Simak Video "Mengenal APD yang Dibutuhkan Tenaga Medis Saat Lawan Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)