Kamis, 26 Mar 2020 06:04 WIB

Ilmuwan Islandia Klaim Temukan 40 Mutasi Virus Corona

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Ilmuwan di Islandia mengklaim telah menemukan 40 mutasi virus corona COVID-19. Mereka juga berhasil melacak sumber masuknya virus corona dari 3 episentrum di Eropa yakni Austria, Italia, dan Inggris.

Dikatakan, 7 kasus infeksi berasal dari sebuah pertandingan sepakbola di Inggris. Sayangnya, tidak disebutkan pertandingan manakah yang dimaksud.

Mutasi merupakan perubahan pada material genetik virus. Para ilmuwan menganalisisnya berdasarkan sampel yang didapat dari para pasien.

Bersama dengan perusahaan biofarmasetik deCode Genetics, para ilmuwan Islandia menganalisis 9.768 orang, mencakup pasien yang sudah terinfeksi dan mereka yang berisiko tinggi.

Sebanyak 5.000 prang yang tidak mengalami gejala telah setuju untuk berpartisipasi, dan 48 di antaranya mendapat hasil positif dalam pemeriksaan virus corona.

Hasil analisis mengungkap bagaimana virus tersebut masuk Islandia untuk pertama kalinya.

"Beberapa datang dari Austria," kata direktur deCode, Kari Stefansson, dikutip dari Dailymail, Kamis (26/3/2020).

"Ada tipe lain dari orang yang terinfeksi di Italia. Dan ada tipe ketika ditemukan pada orang yang terinfeksi di Inggris. Tujuh orang menghadiri pertandingan sepakbola di Inggris," jelasnya.

Temuan ini masih harus dikaji oleh ilmuwan lain. Namun seorang ahli virus dari departemen imunologi dan mikrobiologi di Kopenhagen, Allan Randrup Thomsen, menyebutnya 'masuk akal'.

"Menarik bahwa 40 varian spesifik yang dikelompokkan menjadi 3 kluster bisa dilacak hingga sumber infeksi secara spesifik," kata Allan.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)