Kamis, 26 Mar 2020 17:27 WIB

Sama-sama Cegah Corona, Apa Bedanya Social Distancing Vs Self Isolation?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
PT KAI menggelar sosialisasi pencegahan virus corona di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Sosialisasi digelar guna mencegah penyebaran COVID-19. Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Persebaran virus corona COVID-19 di Indonesia makin luas, masyarakat juga harus mulai ikut andil untuk mencegahnya. Caranya mulai dari menjaga kebersihan diri, lingkungan, hingga mengkarantina diri dari lingkungan.

Dalam pencegahan ini, saat ini ada istilah yang dikenal dengan social distancing dan self isolation. Jika dilakukan dengan baik, dipercaya bisa menekan angka penularan COVID-19 dari angka yang ada saat ini.

Apa itu social distancing?

Social distancing adalah tindakan yang bertujuan untuk mencegah orang yang sakit melakukan kontak dalam jarak yang dekat dengan orang lain. Hal ini tentunya dilakukan untuk mengurangi penularan virus corona antar manusia.

Selain itu, menurut Center for Disease Control (CDC), social distancing ini merupakan kegiatan yang menjauhi kumpul-kumpul, menghindari sementara pertemuan massal, dan menjaga jarak antar manusia.

Apa itu self isolation?

Self isolation atau isolasi diri adalah tindakan pencegahan efektif yang dilakukan untuk melindungi diri dan orang-orang disekitar kita agar tidak tertular virus corona. Dalam hal ini, orang yang mengisolasi dirinya adalah pasien yang merasa ada gejala virus tersebut.

Dikutip dari Ministry of Health Manatu Hauora, isolasi ini dilakukan agar tidak ada yang tertular virus corona. Jika pasien tinggal serumah dengan keluarga lainnya, usahakan tidak kontak tatap muka dan berbicara kurang dari jarak 1 meter selama 15 menit.

Selain itu, usahakan tidak berbagai peralatan makan dan minum, handuk, bantal, bahkan barang-barang lainnya dengan keluarga. Setelah digunakan, segera cuci dengan sabun sampai bersih.

Lalu apa bedanya social distancing vs self isolation?

Dari penjelasan sebelumnya, sosial distancing dan self isolation memiliki arti yang berbeda. Kondisi saat melakukan keduanya pun berbeda, meskipun sama-sama dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Social distancing ini dilakukan oleh orang-orang yang sehat agar terhindar dari virus corona yang mungkin ada di lingkungan luar. Hal ini dilakukan dengan menghindari kerumunan atau tempat yang ramai dengan orang banyak, menjaga jarak satu dengan lainnya, bahkan melakukan kegiatan bekerja di rumah atau Work From Home (WFH).

Tapi, kegiatan ini tidak mengharuskan dirinya menjaga jarak dengan keluarga yang ada di dalam rumah, seperti orang yang menjalani self isolation.

Sementara self isolation, biasanya dianjurkan untuk orang yang memiliki gejala virus corona. Orang yang melakukan ini dianjurkan untuk tinggal di rumah sampai gejala sembuh, menjaga jarak dengan keluarga lainnya, dan menghindari penggunaan peralatan makan hingga mandi yang sama. Ini dilakukan agar orang-orang di sekitarnya tidak tertular virus corona tersebut.



Simak Video "Mengenal Social Distancing yang Digaungkan untuk Lawan Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)