Jumat, 27 Mar 2020 09:07 WIB

10 Kondisi Kesehatan yang Memicu Dampak Fatal Virus Corona COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
PT KAI menggelar sosialisasi pencegahan virus corona di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Sosialisasi digelar guna mencegah penyebaran COVID-19. Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Sebagian besar infeksi virus corona COVID-19 hanya memicu keluhan ringan, bahkan sebagian tidak bergejala sama sekali. Namun pada beberapa kondisi, dampaknya bisa mematikan.

Berbagai data menunjukkan, kematian pada pasien positif virus corona disertai dengan riwayat penyakit kronis sebelumnya. Diabetes serta penyakit jantung dan termasuk di antaranya.

Dirangkum dari Businessinsider, berikut ini 10 kondisi kesehatan yang paling banyak memicu dampak fatal COVID-19.

1. Hipertensi

Di Italia, 76,1 persen pasien COVID-19 yang meninggal punya riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi. Seseorang dengan masalah jantung dan pembuluh darah disebut memiliki daya tahan tubuh yang rendah sehingga infeksi virus bisa lebih mematikan.

Sebaliknya, infeksi pada saluran pernapasan juga menyebabkan kerja jantung dan pembuluh darah jadi lebih berat karena suplai oksigen berkurang.

2. Penyakit jantung

Sama seperti hipertensi, masalah kardiovaskular membuat infeksi virus jadi lebih berbahaya karena daya tahan tubuh melemah. Sebanyak 1 dari 3 pasien COVID-19 yang meninggal di Italia punya riwayat penyakit jantung.

3. Fibrilasi atrial

Atrial fibrillation atau fibrilasi atrial merupakan kelainan denyut jantung yang bisa memicu stroke, gagal jantung, dan berbagai komplikasi lainnya. Di Italia, seperempat kematian pasien COVID-19 berhubungan dengan riwayat penyakit ini.

4. Diabetes

Aktor senior Tom Hanks yang didiagnosis COVID-19 juga memiliki riwayat diabetes tipe 2. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan daya tahan tubuh melemah.

5. Kanker

Baik kanker itu sendiri, maupun pengobatan untuk mengatasinya, bisa berdampak pada daya tahan tubuh. Sekitar 2 persen pasien COVID-19 yang meninggal di Italia punya riwayat kanker dalam 5 tahun sebelumnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2