Jumat, 27 Mar 2020 09:36 WIB

Perbandingan Lockdown di Tegal Vs Wilayah Lain untuk Tangkal Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemerintah Kota Tegal melakukan Lockdown lokal dengan menutup jalur pantura dari arah Jawa Tengah maupun arah Jakarta sehingga kendaraan dialihkan ke Jalur Lingkar Utara (Jalingkut) mulai hari Senin (23/3/2020) hingga 14 hari mendatang. Tegal lockdown untuk cegah corona. (Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta -

Sebagai langkah mencegah penyebaran virus corona yang makin meluas, beberapa wilayah menerapkan lockdown atau menutup total akses keluar-masuk daerah tertentu. Di Indonesia sendiri, Pemerintah Kota Tegal memutuskan 'mengunci' daerahnya atau local lockdown.

Selain Tegal, berbagai negara di seluruh dunia telah menerapkan langkan antisipatif dalam memperlambat penyebaran virus corona dari karantina hingga penutupan sekolah. Di Tegal sendiri, penutupan wilayah yang dilakukan diklaim dapat mencegah pendatang dari Jakarta masuk dan menginfeksi penduduk di sana.

Sedikit berbeda dengan wilayah lain yang memberlakukan lockdown paling lama dua bulan seperti saat ini di Wuhan, China, pemerintah kota Tegal menginstruksikan lockdown selama 4 bulan.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut perbandingan 'lockdown' di Tegal dan wilayah lainnya.

1. Tegal

Local lockdown ini akan diterapkan pada 30 Maret 2020 dan berakhir 30 Juli 2020. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan akses jalan protokol di dalam kota dan jalan penghubung antar kampung akan ditutup menggunakan beton.

Masyarakat asli Tegal yang berada di Jakarta atau wilayah lain yang memiliki kasus positif dilarang pulang kampung. Pemerintah mengatakan ada 49-50 titik yang akan ditutup menggunakan beton.

"Ini kita terapkan (local lockdown) karena status kota Tegal sekarang zona merah COVID-19. Kita ingin melindungi warga kota Tegal dari virus Corona," ujar Dedy Yon, Wali Kota Tegal.

2. Arab Saudi

Arab Saudi memutuskan untuk me-lockdown kota Mekah, Madinah, dan Riyadh. Masyarakat pun tak boleh bepergian lewat pukul 15.00 waktu setempat. Batas waktu ini lebih awal jika dibandingkan pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan jam malam berlaku mulai 19.00 waktu setempat.

Kendati demikian tak semua orang akan dikenakan jam malam. Pembatasan ini tidak berlaku untuk karyawan swasta dan publik yang vital, seperti petugas keamanan, militer, kesehatan, dan media. Guna menertibkan pelaksanaan jam malam, pihak Arab Saudi juga menggandeng otoritas sipil dan militer.

3. Italia

Setelah lonjakan kasus COVID-19 di Italia, Perdana Menteri Giuseppe Conte menempatkan seluruh negara dalam penguncian yang dimulai pekan lalu. Pemerintah Italia membatasi perjalanan, bepergian, pergi ke gereja, dan hampir seluruh aspek lainnya bagi 60 juta warga.

Acara olahraga besar, sekolah dan universitas, museum, pusat budaya, kolam renang, dan spa telah ditutup di seluruh negeri. Sementara transportasi umum dan bandara masih beroperasi, hanya perjalanan penting yang diizinkan, dan mereka yang ingin melakukan perjalanan untuk pekerjaan yang sah atau alasan terkait keluarga memerlukan izin polisi. Semua toko kecuali toko kelontong dan apotek tutup.

4. India

Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan India juga akan menerapkan 'total lockdown' selama 3 pekan atau sekitar 21 hari. Di bawah kebijakan baru ini, semua bisnis yang tidak penting akan ditutup. Akan tetapi, rumah sakit dan fasilitas medis lainnya akan terus berfungsi seperti biasa.

Sekolah dan universitas tetap tutup dan semua pertemuan publik dilarang. Siapa pun yang melanggar aturan baru akan menghadapi dua tahun penjara dan denda besar.

Dalam pidatonya, Perdana Menteri Modi juga mengungkap kebijakan-kebijakan lain, di antaranya:

- Lockdown selama 21 hari "sangat perlu untuk memutus rantai virus corona"
- India dalam situasi serius dan mengatakan bahwa negara maju pun menghadapi masalah dalam memeranginya.
- Pemerintah India menyediakan US$2 miliar untuk meningkatkan infrastruktur kesehatan negara itu.
- Meminta orang-orang untuk tidak "menyebarkan desas-desus" dan mengikuti instruksi pemerintah

5. Wuhan

Pada puncak penyebaran virus corona, Wuhan, tempat virus itu pertama kali muncul, dikunci pada 23 Januari. Selama hampir enam minggu, jalanan sepi ketika penduduk Wuhan melakukan karantina sendiri di rumah mereka.

Saat karantina berlanjut, beberapa warga Wuhan menghadapi kekurangan makanan, dan toko kelontong berjuang untuk memenuhi peningkatan permintaan pengiriman rumah.

6. Malaysia

Pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa semua operasi bisnis akan ditutup kecuali hal-hal penting seperti pasar, utilitas, penyiaran, perbankan, dan perawatan kesehatan. Malaysia telah melarang perjalanan masuk dan keluar dari negara itu dan menutup bisnis yang tidak perlu.

"Kita tidak bisa menunggu lebih lama sampai situasinya menjadi lebih akut," Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan dalam sebuah pidato.



Simak Video "Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Ponsel?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)