Jumat, 27 Mar 2020 12:54 WIB

Seperti Jadi Umpan Meriam, Dokter Ini Gambarkan Beratnya Hadapi Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ribuan orang terinfeksi virus corona di Wuhan, China. Berbulan-bulan berjibaku lawan COVID-19, Wuhan bangkit dan laporkan tak ada kasus baru virus Corona. Seperti jadi umpan meriam, dokter ini gambarkan sulitnya atasi virus corona. (Foto Ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

Italia menjadi salah satu negara yang memiliki angka kematian tinggi. Tak sedikit pula tenaga medis yang berguguran.

Tenaga medis termasuk dokter yang menjadi garda terdepan mengaku kesulitan menghadapi hari-hari melawan pandemi corona. Dalam masa bertugasnya pun mereka kerap dibayangi oleh rasa khawatir tak bisa kembali pada keluarga di rumah.

Ahli anestesi, dr Michelle Au, berbicara kepada New York Times bahwa dia menjadi salah satu yang bertanggung jawab saat pasien mengalami kesulitan bernapas di mana kondisinya sudah sangat buruk.

Ia pun menggambarkan suasana memerangi pandemi corona ini seperti kisah bencana ledakan reaktor nuklir Chernobyl di Ukraina, yang sempat ia tonton melalui salah satu televisi.

"Pernahkah Anda melihat pertunjukan HBO 'Chernobyl'? Ada risiko yang tak terlihat yang membayangi Anda," jelasnya, dikutip dari Daily Star pada Jumat (27/3/2020).

Ia pun menjelaskan bagaimana ia menjalani hari-harinya usai bertugas. Sepulang bertugas dari rumah sakit, biasanya ia langsung mandi dan harus tidur di ruang bawah tanah dan terpisah dengan keluarganya.

Dokter lain, dr Marshall, bahkan mendorong teman-teman tenaga medisnya untuk segera membuat surat wasiat di masa-masa sulit seperti ini.

"Kami tahu apa yang akan terjadi. Ada banyak orang yang akan mati di sini. Petugas kesehatan akan menjadi bagian dari angka itu," katanya.

Minggu ini, seorang dokter top Inggris, Rinesh Parmar, pun mengklaim pekerja NHS yaitu layanan kesehatan di Britania yang memerangi pandemi virus corona benar benar tidak diperhatikan dan digunakan sebagai 'umpan meriam' untuk memerangi penyakit itu dengan hampir tanpa perlindungan.

"Kami memiliki dokter yang memberi tahu kami bahwa mereka merasa seperti domba bagi pembantaian, bahwa mereka merasa seperti umpan meriam. Bahwa mereka merasa benar-benar ditinggalkan," kata Parmar kepada BBC di acara The Andrew Marr Show.



Simak Video "Brasil Mulai Uji Coba Vaksin COVID-19 Inggris untuk 2 Ribu Partisipan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)