Jumat, 27 Mar 2020 14:19 WIB

Bayi-bayi Ini 'Positif' Corona, Ada Kemungkinan Tertular dalam Kandungan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
bayi di dalam inkubator Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Beberapa bayi di China kemungkinan tertular virus corona ketika masih berada di dalam kandungan, sesaat sebelum dilahirkan. Namun kemungkinan ini belum membuktikan bahwa SARS-CoV-2 menular dari ibu hamil ke bayinya.

Dalam sebuah laporan, dokter dari Renmin Hospital of Wuhan University menggambarkan kasus seorang wanita melahirkan beberapa pekan setelah dinyatakan positif COVID-19. Bayi perempuan ini lahir secara sesar, ibunya mengenakan masker N95 dan tidak memegang bayinya.

Laporan yang dimuat di jurnal JAMA ini menyebut, bayi ini langsung dikarantina meski tidak menunjukkan gejala. Namun dua jam berikutnya, tes menunjukkan peningkatan dua jenis antibodi yang menandakan adanya paparan virus corona, IgM dan IgG.

Anehnya lagi, pemeriksaan virus berulang kali menunjukkan hasil negatif. Para dokter masih mencari tahu bagaimana antibodi bisa terbentuk pada bayi baru lahir tersebut.

Dalam laporan yang lain, dokter memeriksa antibodi 6 bayi baru lahir. Sebanyak 5 bayi mengalami peningkatan IgG dan 2 mengalami peningkatan IgM. Tidak satupun di antaranya menunjukkan hasil positif dalam pemeriksaan virus.

Selain kemungkinan tertular virus corona, penjelasan lain yang juga dipertimbangkan adalah plasenta ibu mengalami kerusakan atau kondisi abnormal sehingga antibodi masuk ke tubuh bayi.

"Meski kedua studi pantas dievaluasi dengan cermat, bukti yang lebih definitif diperlukan sebelum temuan provokatif ini bisa dipakai untuk menginformasikan wanita hamil bahwa janin mereka berisiko mengalami infeksi SARS-CoV-2 dalam kandungan," tulis editorial jurnal tersebut, dikutip dari Livescience.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/fds)