Minggu, 29 Mar 2020 08:18 WIB

Indonesia Jadi Prioritas Korsel Soal Ekspor Produk Alat Tes Virus Corona

Ayunda Septiani - detikHealth
Jumlah total kasus virus Corona atau Covid-19 di Korsel telah mencapai 7.513 kasus. Korsel pun terus berperang melawan Corona karena jumlah pasien terus bertambah. Indonesia jadi negara prioritas ekspor peralatan medis Korsel. (Foto: Getty Images/Chung Sung-Jun)
Jakarta -

Korea Selatan (Korsel) memasukkan Indonesia dalam daftar prioritas sebagai negara tujuan ekspor barang-barang bersifat kemanusiaan yang dibutuhkan selama masa karantina menghadapi pandemi virus corona COVID-19. Korsel disebut sebagai salah satu produsen dari barang-barang penanggulangan pandemi COVID-19 seperti alat tes hingga alat pelindung diri (APD) yang semakin langka.

Korsel menempatkan tiga negara sebagai tujuan prioritas ekspor mereka, yaitu Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA), dan Indonesia.

Sebanyak 117 negara sejauh ini berupaya mengimpor test kit COVID-19 dan barang-barang lainnya atau menerimanya sebagai bantuan kemanusiaan dari Korsel, baik melalui saluran pemerintah atau lewat jalur swasta.

"Negara yang kami prioritaskan adalah AS, karena telah ada lonjakan infeksi baru di sana, dan Presiden Donald Trump juga telah membuat permintaan sendiri kepada kami, sementara AS belum melarang masuknya warga kami, dan telah mencapai kesepakatan pertukaran mata uang dengan Korea Selatan," kata Pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel pada Jumat (27/3/2020) seperti dilansir dari The Korea Herald.

UEA juga masuk daftar prioritas, menurut pejabat tersebut, karena telah mempertahankan kerja sama di berbagai sektor.

Negara lain yang juga jadi prioritas adalah Indonesia, yang dianggap sebagai rekan kunci untuk meningkatkan kerja sama Kebijakan Selatan Baru Seoul (Seoul's New Southern Policy) bersama dengan 10 anggota PBB Asia Tenggara.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel memastikan ekspor akan dilakukan dengan tetap memperhatikan kebutuhan pasokan di dalam negeri. Dia menyebutkan prinsip utamanya adalah keputusan apapun tentang ekspor dilakukan hanya setelah ada jaminan bahwa ekspor tidak akan menyebabkan kekurangan di dalam negeri.

"Kami telah membentuk tim. Kami berpikir bahwa dukungan itu tidak hanya kepentingan soal diplomatik tetapi juga kepentingan ekonomi praktis, dan memaksimalkan kekuatan kami sebagai negara maju dalam hal keahlian karantina," katanya.

Dari 117 negara, ada 31 negara yang disebut telah menghubungi Korsel menyatakan diri ingin mengimpor produk tersebut. Sementara itu, ada 30 negara yang meminta produk tersebut sebagai bantuan kemanusiaan.

Tak berhenti di sana, 20 negara berharap dapat mengimpor produk-produk tersebut dan menerimanya sebagai bantuan kemanusiaan. Sementara 36 negara lain berupaya mencari barang-barang tersebut melalui kerja sama sektor sipil.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)