Minggu, 29 Mar 2020 08:32 WIB

Terlalu Panik Corona Justru Sebabkan Sistem Imun Lemah, Kok Bisa?

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Cemas Foto: Shutterstock
Jakarta -

Kehadiran virus corona yang kian bertambah membuat masyarakat cemas akan penularannya. Dalam keadaan panik, masyarakat berbondong-bondong berburu stok makanan dan alat kesehatan dalam jumlah banyak.

Selain itu, dalam keadaan panik pula banyak orang yang percaya begitu saja pada setiap informasi yang diterima melalui media sosial. Banyak pula informasi hoax, termasuk soal corona yang beredar sehingga menambah rasa kecemasan.

Perlu diwaspadai, kecemasan berlebihan justru membuat sistem imun menurun. Padahal, untuk mencegah virus diperlukan daya tahan tubuh yang baik.

Dikutip dari Healthline, kecemasan dapat memicu respons stres dan melepaskan banyak bahan kimia dan hormon, seperti adrenalin ke dalam sistem tubuh Anda. Dalam jangka pendek, ini meningkatkan denyut nadi dan laju pernapasan, sehingga otak Anda bisa mendapatkan lebih banyak oksigen.

Sistem kekebalan tubuh bahkan mendapatkan dorongan singkat. Dengan stres sesekali, tubuh Anda kembali berfungsi normal ketika stres berlalu. Tetapi jika Anda berulang kali merasa cemas dan stres atau itu berlangsung lama, tubuh Anda tidak pernah mendapat sinyal untuk kembali berfungsi normal.

Ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yang membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi virus dan penyakit. Bahkan, vaksin virus pun disebut-sebut tidak berfungsi dengan baik jika Anda memiliki kecemasan berlebihan.

Dikutip juga dari Cleveland Clinic, tingkat kecemasan yang tinggi juga dapat menyebabkan depresi, bahkan bisa mengarah ke tingkat peradangan yang lebih tinggi. Dalam jangka panjang, tingkat peradangan tinggi mengarah ke sistem kekebalan yang terlalu banyak bekerja dan lelah yang tidak dapat melindungi tubuh dengan baik.

Untuk itu, ahli imunologi klinis, Leonard Calabrese, DO menyarankan 2 hal efektif mencegah kepanikan di tengah pemberitaan negatif, seperti
meditasi. Bermeditasi selama 10 menit hingga 15 menit, tiga atau empat kali seminggu untuk menurunkan stres Anda. Ini mengurangi kadar kortisol dan mengurangi peradangan. Penelitian juga menunjukkan itu membantu mencegah kerusakan kromosom Anda yang mengarah pada kanker dan penuaan dini.

Kemudian, berlatih yoga juga dapat menurunkan kadar hormon stres dan menenangkan sistem saraf Anda untuk mengurangi peradangan. Napas dalam membantu meningkatkan daya tahan Anda terhadap infeksi. Pose terbalik dalam yoga membantu sirkulasi cairan melalui sistem limfatik Anda, menyaring racun.

Selain itu, tubuh juga membutuhkan vitamin C yang dikatakan oleh peneliti memiliki manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika pada aktivitas normal tubuh dapat mengonsumsi dosis vitamin C 500mg, namun pada aktivitas padat, musim pancaroba dan banyak virus seperti saat ini, vitamin C 1000 mg dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Pastikan juga vitamin C yang dikonsumsi juga aman di lambung, seperti Blackmores Bio C 1000 mg yang mengandung Citrus Bioflavonoid untuk meningkatkan kinerja vitamin C serta antioksidan alami (rutin, hesperidin, ekstrak rosehips, dan acerola). Penderita sakit lambung juga aman mengonsumsi ini karena Blackmores Bio C 1000 mg dilapisi mineral askorbat sehingga tidak asam.



Simak Video "Kata WHO Soal Kemungkinan Penularan Corona Lewat ASI"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/akn)