Minggu, 29 Mar 2020 18:24 WIB

Khawatir 'Super-spreader', 40 Ribu Orang dari 20 Desa Dikarantina di India

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Penduduk India mulai jalani lockdown di tengah lonjakan kasus Corona di negara itu. Milyaran warga India dikarantina guna memutus rantai penyebaran COVID-19. India menerapkan lockdown karena virus corona. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Sekitar 40.000 orang dari 20 desa dikarantina di Punjab, India. Hal ini dilakukan oleh pemerintah setempat karena diduga adanya 'super-spreader' atau orang yang menyebarkan virus corona COVID-19 secara massal.

Dikutip dari BBC, orang yang diduga menjadi 'super-spreader' itu adalah seorang pemuka agama berusia 70 tahun yang meninggal akibat virus corona. Diketahui sebelumnya ia menolak untuk melakukan karantina diri sendiri sepulang dari Italia dan Jerman.

Sebelum meninggal, pria itu telah menghadiri sebuah festival bernama Hola Mohalla. Festival ini berlangsung selama enam hari dan dihadiri sekitar 10.000 orang setiap harinya.

Kecurigaan itu semakin membesar setelah seminggu ia meninggal, sebanyak 19 orang kerabatnya dinyatakan positif virus corona.

"Sejauh ini kami telah melacak sebanyak 550 orang yang telah melakukan kontak langsung dengannya dan jumlahnya terus bertambah. Kami telah menyegel 15 desa di sekitar daerah yang ia tinggali," ucap seorang pejabat setempat.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)