Senin, 30 Mar 2020 11:54 WIB

Termakan Hoax Metanol untuk Obat Corona, 300 Warga Iran Dikabarkan Tewas

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Coronavirus written on file folder label Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Sejak Jumat lalu, jumlah kematian akibat virus corona COVID-19 di Iran mencapai 2.378 orang. Total kasus yang terinfeksi pun sudah mencapai angka 32.300 kasus.

Untuk mengatasi ini, masyarakat Iran percaya dengan mengkonsumsi alkohol dengan kandungan metanol di dalamnya, bisa menyembuhkan penyakit akibat virus corona. Tapi, hal ini malah menyebabkan banyak orang meninggal dunia.

Sebanyak 300 orang meninggal dunia karena informasi keliru tersebut. Dikutip dari Daily Star, ini juga menyebabkan lebih dari 1.000 orang sakit setelah mengkonsumsi zat beracun tersebut.

Kepercayaan akan metanol muncul karena zat tersebut digunakan sebagai campuran untuk hand sanitizer sebagai pembersih virus di tangan. Mereka percaya, bahwa dengan meminum larutan tersebut juga memiliki efek yang sama.

"Virus ini menyerang orang-orang yang keadaan tubuhnya buruk. Saat mereka terus mengkonsumsi ini, maka akan lebih banyak yang keracunan. Dan saat itulah virus bisa menginfeksi tubuh manusia," ujar ahli toksikologi klinis dari Oslo, Knut Erik Hovda.

Selain itu, dampak dari keracunan ini membuat jatah tempat tidur untuk para pasien virus corona terus berkurang. Bahkan, bocah berusia 5 tahun juga mengalami kebutaan akibat keracunan alkohol tersebut.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)