Senin, 30 Mar 2020 12:01 WIB

Jumlah Kematian Akibat Corona di AS Diprediksi Bisa Capai 200 Ribu Orang

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus corona: Amerika Serikat melampaui China dengan kasus terbesar di dunia Wabah virus corona di Amerika Serikat menginfeksi lebih dari 100 ribu orang. ( Foto: BBC World)
Jakarta -

Ahli penyakit menular Amerika Serikat, Dr Anthony Fauci, memberikan prediksi suram mengenai pandemi virus corona yang saat ini menghantam negaranya. Melihat penyebaran virus, ia melihat COVID-19 dapat membunuh sekitar 200.000 orang Amerika.

"Maksud saya, melihat apa yang terjadi sekarang, saya mengatakan antara 100.000 hingga 200.000 kematian," kata Fauci kepada CNN.

Komentar Fauci menggarisbawahi seberapa jauh puncak wabah virus corona berdasarkan prediksi dari pejabat tinggi federal. Pada awal Minggu (29/3) sore, ada 125.000 kasus di AS dan hampir 2.200 kematian, menurut data dari Johns Hopkins University.

Sebelumnya, Deborah Birx, Koordinator Tanggap Virus Corona AS juga memaparkan model prediksi baru yang menunjukkan lebih dari 100 ribu orang bisa meninggal dunia akibat virus corona. Meski demikian, ada beberapa kritik dari prediksi Birx karena sumber penelitiannya masih belum diketahui.

Fauci dan para ahli lainnya mengatakan krisis akan memburuk, dan peningkatan kasus baru-baru ini telah menyebabkan kekurangan pasokan yang parah untuk rumah sakit di seluruh negeri, terutama di New York, negara bagian dengan jumlah kasus tertinggi di seluruh negeri.

Banyak rumah sakit di seluruh Amerika Serikat kehabisan tempat tidur dalam waktu dua minggu karena kasus terus meningkat.

Dalam upaya untuk menekan penyebaran virus, berbagai kota dan negara bagian - termasuk New York, telah menerapkan perintah tinggal di rumah untuk penduduk mereka, yang kini telah berdampak pada setidaknya 215 juta orang Amerika.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)