Senin, 30 Mar 2020 14:20 WIB

Menkes Thailand Salahkan Turis 'Jorok' Atas Kasus Corona di Negaranya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Thailand menambah deretan negara yang terapkan lockdown guna cegah penyebaran Corona. Industri hiburan dan pariwisata turut terdampak kebijakan tersebut. Menteri Kesehatan Thailand salahkan turis yang jorok bawa wabah corona ke negaranya. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul, secara terang-terangan menyalahkan turis Kaukasian karena dianggap jorok sehingga menyebarkan virus corona di negaranya. Komentar kontroversialnya ini dibagikannya pada akun Twitter resmi miliknya beberapa waktu lalu.

"90 persen warga Thailand pakai masker. Namun, tidak ada orang farang yang memakai masker. Inilah alasan mengapa kita terinfeksi. Kita harus lebih berhati-hati dengan orang farang daripada orang Asia

Farang, adalah sebutan warga Thailand bagi pelancong Barat atau mereka yang berkulit putih.

"Saat ini, ini musim dingin di Eropa, dan dengan wabah coronavirus, mereka semua melarikan diri dari flu dan virus untuk masuk ke Thailand yang hangat. Banyak dari mereka yang kotor dan tidak mandi," cuitnya kemudian.

Selang beberapa jam, komentar tersebut dihapus setelah mendapat kecaman dari banyak orang. Sebab, tidak jelas darimana Anutin bisa mendapat statistik 90 persen warga Thailand mengenakan masker.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Anutin yang juga mengunggah komentar rasis pada Februari lalu, yang mengusulkan bahwa semua orang asing yang tidak mengenakan masker di Thailand harus diusir, mengatakan bahwa kicauan kontrovesial tersebut bukanlah perbuatannya.

Meski jelas bahwa Charnvirakul kurang menyukai kehadiran turis Barat dan menyalahkan mereka, beberapa laporan dari media lokal, TheThaiger menyebut Thailand lambat menerapkan pembatasan kedatangan sehingga saat virus corona mulai menyebar, banyak pihak dibuat bingung dan panik.



Simak Video "Tunda Liburan! Pilih Social Distancing di Tengah Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)