Senin, 30 Mar 2020 17:15 WIB

Ini Kelompok Relawan yang Diprioritaskan untuk Penanganan Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Sejumlah calon relawan mengantre untuk melakukan tes kesehatan di kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Kementerian BUMN mencari Relawan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang memiliki tugas untuk membantu bidang logistik dan operasional penanganan Covid-19. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc. Sudah sekitar 27 ribu orang mendaftar jadi relawan penanganan virus corona. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta -

Hingga 29 Maret 2020, Sekitar 27 ribu orang sudah mendaftar menjadi relawan penanganan wabah virus corona COVID-19 di Indonesia. Para relawan datang dengan berbagai latar belakang keahlian mulai dari tenaga medis sampai sopir.

Koordinator relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Andre Rahardian, mengatakan beberapa kelompok akan diprioritaskan untuk segera mendapat tugas.

"Relawan medis menjadi prioritas pertama. Dan relawan non-medis yang akan menjadi prioritas berikutnya adalah relawan yang terkait dengan pengelolaan rumah sakit, distribusi logistik, yang akan segera diaktifkan bersama gugus tugas BNPB," kata Andre dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Senin (30/3/2020).

Berikut detailnya:

1. Tenaga medis

Tenaga medis, seperti dokter umum, dokter spesialis, perawat, apoteker, hingga teknisi laboratorium, nantinya akan mendapat pelatihan terlebih dahulu. Setelah itu mereka akan segera ditugaskan saat ada permintaan dari rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia.

2. Tenaga pengelolaan rumah sakit

Di dalam infografis yang disertakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, ada beberapa keahlian seperti teknisi mesin, ahli administrasi, dapur umum, sanitarian, ahli kesehatan lingkungan, hingga tenaga kebersihan yang dapat mendukung pengelolaan rumah sakit.

3. Tenaga distribusi logistik

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 juga mencatat para relawan yang mau bergerak di bidang logistik, pergudangan, hingga sopir.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)