Senin, 30 Mar 2020 19:21 WIB

Dari Minim Gejala Sampai Meradang, Ini Gambar Paru-paru Pasien Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Paru-pasu pasien corona yang awalnya minim gejala. Awalnya pasien ini minim gejala saat terinfeksi virus corona. (Foto: Tangkapan layar Youtube)
Jakarta -

Dr Keith Mortman, seorang kepala bedah toraks di Rumah Sakit Universitas George Washington membagikan sebuah video virtual reality (VR) tentang dampak virus corona COVID-19 terhadap paru-paru.

[Gambas:Youtube]




Dikutip dari CNN, video ini menggambarkan kerusakan paru-paru pada seorang pria berusia 59 tahun akibat infeksi virus corona di Amerika Serikat (AS). Pria tersebut diketahui awalnya tak bergejala sama sekali dan hanya memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi.

"Selain tekanan darah tinggi, dia tidak memiliki masalah medis yang signifikan. Ini adalah video sekitar seminggu lalu, kemungkinan infeksi dan proses peradangan bisa lebih buruk pada saat ini," kata Mortman.

Area yang ditandai warna kuning pada video tersebut adalah bagian paru-paru yang terinfeksi dan meradang. Mortman mengatakan virus corona tak hanya menyerang pada beberapa sisi paru saja, melainkan mencakup hampir keseluruhan paru-paru.

"Umumnya pada pasien yang mengalami kegagalan pernapasan progresif, kerusakan pada paru-paru begitu cepat dan meluas," ucap Mortman.

"Sayangnya begitu rusak seperti ini, butuh waktu yang cukup lama bagi paru-paru untuk bisa sembuh. Bahkan sekitar 2-4 persen dari pasien COVID-19 kerusakan pada paru-paru tidak bisa dipulihkan," lanjutnya.

Menurutnya ketika virus corona menginfeksi, paru-paru akan bereaksi dengan cara melakukan peradangan sebagai mekanisme pertahanan.

Peradangan mencegah paru-paru mengisi darah dengan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Akibatnya yang dirasakan oleh pasien adalah seperti sesak napas.

Mortman mengimbau agar orang-orang tetap patuh untuk menjaga jarak dan isolasi diri di rumah sesuai dengan kebijakan di negaranya masing-masing.

"Aku ingin orang-orang melihat ini dan mengerti apa yang seharusnya dilakukan. Orang-orang perlu menganggap ini serius," pungkasnya.



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)