Kamis, 02 Apr 2020 08:06 WIB

Bisa Terinfeksi, Perlukah Hewan Peliharaan Jalani Tes Corona?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
ilustrasi kucing Hewan peliharaan (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu seekor kucing di Belgia dan anjing di Hong Kong dinyatakan positif terkena virus corona COVID-19. Hal ini membuat sebagian orang khawatir, apakah hewan peliharaan juga perlu dilakukan tes corona?

Mengutip dari Science Mag, jumlah hewan yang dinyatakan positif COVID-19 masih terbilang sangat sedikit yaitu hanya tiga ekor. Ini berbanding jauh dengan penularan yang terjadi pada manusia.

Direktur One Health Office untuk penyakit menular dan zoonosis, Casey Barton Behravesh mengatakan saat ini tidak ada bukti yang cukup untuk menyatakan hewan peliharaan bisa menularkan virus corona.

"CDC tidak memiliki bukti bahwa hewan peliharaan dapat menyebarkan COVID-19, dan tidak ada alasan untuk berpikir kalau hewan peliharaan bisa menjadi sumber infeksi berdasarkan informasi yang kita miliki saat ini," kata Behravesh.

Sementara itu, walaupun masih belum ada cukup bukti tentang penularan virus corona dari hewan peliharaan, Direktur Eksekutif Laboratorium Diagnosis Penyakit Hewan Washington (WADDL), Timothy Baszler mengatakan penelitian tentang hewan peliharaan ini perlu terus dilakukan.

"Meskipun kami tidak memiliki bukti bahwa hewan peliharaan dapat menularkan virus, tapi kami butuh lebih banyak bukti tentang ini," jelas Baszler.

Namun beberapa ahli menyarankan untuk tidak melanjutkan penelitian tersebut, karena khawatir akan menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Terlebih saat ini sudah banyak laporan yang mengatakan bahwa beberapa hewan ditelantarkan oleh pemiliknya akibat kejadian ini.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)