Kamis, 02 Apr 2020 09:20 WIB

Para Ahli Ungkap Virus Corona Bisa Bermutasi dan Bertahan 49 Hari di Tubuh

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Virus corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pada pasien positif virus corona COVID-19, normalnya akan dinyatakan negatif setelah 20 hari. Sebelumnya pun kasus terpanjang diketahui hanya sampai 37 hari.

Namun, para peneliti di China mengatakan virus ini telah bermutasi dan bisa bertahan untuk menginfeksi manusia dalam waktu hampir dua bulan. Hal ini ditemukan pada seorang pria paruh baya yang sudah terinfeksi selama 49 hari.

Selama sakit, gejala yang ditunjukkan pria tersebut tergolong ringan. Tapi, mereka mengatakan mungkin pria tersebut telah menderita kasus yang kronis dan menunjukkan bahwa virus itu telah bermutasi.

Para ahli dari Universitas Kedokteran Angkatan Darat di Chongqing, Rumah Sakit Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) No 967, Dalian, dan Rumah Sakit Umum PLA di Wuhan mengatakan, virus corona tersebut telah membentuk hubungan simbiotik dengan pasien. Meski gejalanya ringan, ia bisa berpotensi menyebarkan infeksi tersebut dan bisa saja menyebabkan wabah yang baru.

Dikutip dari Daily Star, kerabat pria tersebut yang juga sudah lanjut usia dinyatakan positif, tapi dengan gejala yang sedang. Dengan kondisi seperti itu, ia bisa pulih lebih cepat dari pasien yang rata-rata seusianya.

Berdasarkan hal ini, para peneliti yakin ada jenis COVID-19 yang ringan. Meskipun tidak berpotensi menyebar luas, tapi akan sulit untuk dihilangkan.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)