Kamis, 02 Apr 2020 13:40 WIB

MA Batalkan Kenaikan Iuran, BPJS Kesehatan Siap Kembalikan Selisih Pembayaran

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Mahkamah Agung (MA) membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Keputusan pembatalan kenaikan iuran tersebut menuai beragam respon dari masyarakat. MA batalkan kenaikan iuran bpjs kesehatan. (Foto: Wisma Putra)
Jakarta -

Putusan Mahkamah Agung mengenai pembatalan kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan telah resmi ditayangkan melalui website Mahkamah Agung pada 31 Maret 2020. Dengan terbitnya putusan tersebut maka saat ini Pemerintah dan Kementerian terkait sedang menyusun Perpres (Peraturan Presiden) pengganti Perpres 75 tahun 2019 tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Meski demikian sampai saat ini ketetapan iuran masih sesuai dengan Perpres tersebut sebab belum ada aturan baru yang memuat keputusan pembatalan kenaikan iuran dari MA. Jika dalam 90 hari tidak ada peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai pengganti Perpres 75 tahun 2019 yang dibatalkan MA, maka iuran kembali ke awal sesuai Pepres 82 tahun 2018 yang besarannya:

- Kelas 3: Rp 25.500 per jiwa per bulan

- Kelas 2: Rp 51.000 per jiwa per bulan

- Kelas 1: Rp 80.000 per jiwa per bulan

"Intinya dalam waktu 90 hari ke depan setelah salinan keputusan diumumkan resmi, BPJS Kesehatan menunggu terbitnya Perpres pengganti. Saat ini sedang berproses," tutur Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma'ruf, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (2/4/2020).

BPJS Kesehatan telah bersurat kepada Pemerintah dalam hal ini Sekertaris Negara untuk menetapkan langkah-langkah sesuai putusan MA tersebut. Jika ada pengembalian dana, teknisnya akan diatur lebih lanjut. Salah satunya kelebihan beban iuran akan menjadi iuran peserta di bulan berikutnya.

"Masyarakat juga diharapkan tidak perlu khawatir, BPJS Kesehatan telah menghitung selisih pembayaran kelebihan iuran peserta segmen PPBU atau mandiri dan akan dikembalikan segera setelah ada aturan baru atau disesuaikan dengan arahan Pemerintah,"



Simak Video "'SwissCovid', Aplikasi asal Swiss Pendeteksi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)