Kamis, 02 Apr 2020 15:45 WIB

Updated

Kasus Corona di AS 215 Ribu, Lihat Lagi Kronologi Trump 'Remehkan' COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi kasus corona di AS akan berakhir pada bulan Juli. Kok bisa? Donald Trump kerap remehkan COVID-19. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Saat virus corona mulai menyebar di seluruh wilayah Amerika Serikat, Presiden Donald Trump berulangkali berkeras bahwa hal tersebut tak perlu dikhawatirkan. Selang dua bulan setelahnya, Amerika Serikat menjadi negara pertama di dunia yang mencapai lebih dari 215.175 ribu kasus dan menewaskan lebih dari 5.000 warga Amerika.

Pada awal penyebaran virus corona di AS, Trump berulangkali menekankan bahwa 'semuanya di bawah kendali' dan virus akan 'menghilang' di bulan hangat meski virus corona tetap menyebar di seluruh negara tropis seperti Singapura, Malaysia dan Indonesia.

Berikut kronologi Trump remehkan pandemi virus corona yang kini tulari ratusan warganya dikutip dari berbagai sumber.

22 Januari: 1 kasus terkonfirmasi

Sehari sebelumnya, kasus virus corona pertama diumumkan di Washington. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan risiko penularan global sangat tinggi.

"Sudah kami tangani. Hanya (menginfeksi) satu orang dari China dan kami bisa mengendalikannya. Semua akan baik-baik saja," ujar Trump.

2 Februari: 8 kasus terkonfirmasi

"Kami bisa mengendalikannya datang dari China."

22 Februari: 35 kasus terkonfirmasi

"Virus corona sangat terkendali di AS. Kami berhubungan dengan semua orang dan negara lain. CDC & WHO telah bekerja keras dan sangat cerdas. Pasar saham mulai terlihat baik!"

26 Februari: 59 kasus terkonfirmasi

"Ini (virus corona) adalah penyakit flu. Ini sama seperti flu. Sedikit mirip flu biasa yang kita punya vaksinnya. Dan kita akan melakukan vaksinasi flu ini dengan cepat."

27 Februari : 62 kasus terkonfirmasi

"(Virus corona) akan menghilang suatu hari, seperti keajaiban, Dan dari situ kita tahu, akan datang masa yang buruk sebelum menjadi baik kembali. Itu bisa pergi dengan sendirinya, kita akan melihatnya terjadi,"

Saat ini, negara bagian Washington, California, dan Oregon telah melaporkan kasus transmisi lokal virus corona.

4 Maret: 153 kasus, 11 meninggal

"Beberapa orang hanya mengidap penyakit ringan dan tak perlu ke RS atau dokter. Mereka akan membaik, banyak yang seperti itu,"

8 Maret: 537 kasus, 21 meninggal

"Tidak, saya tidak terganggu sama sekali. Kami telah melakukan yang terbaik,"

9 Maret: 605 kasus, 22 meninggal

"Jadi tahun lalu 37.000 orang Amerika meninggal karena flu biasa. Rata-rata antara 27.000 dan 70.000 per tahun. Saat ini hanya ada 546 kasus yang dikonfirmasi dari CoronaVirus, dengan 22 kematian. Pikirkan itu!"

15 Maret: 3.499 kasus, 63 meninggal

"Ini adalah virus yang sangat menular, luar biasa. Tapi kita punya cara mengendalikannya,"

CDC Amerika serikat telah melarang pertemuan lebih dari 50 orang.

18 Maret: 7.786 kasus, 118 meninggal

"Saya selalu memperlakukan 'virus China' dengan sangat serius dan telah melakukan pekerjaan saya dengan sangat baik sejak awal termasuk menutup perbatasan dari Tiongkok,"

26 Maret: 83.836 kasus, 1.209 meninggal

"Saya tidak percaya Anda (petugas kesehatan) membutuhkan 40.000 atau 30.000 ventilator. Anda tahu, Anda pergi ke rumah sakit besar kadang-kadang mereka memiliki dua ventilator, dan sekarang tiba-tiba mereka berkata, 'Bisakah kita memesan 30.000 ventilator?'"

Saat ini jumlah pasien muda virus corona di Amerika Serikat yang masuk ke ruang ICU cukup signifikan.

27 Maret: 101.657 kasus, 1.581 meninggal

"Kamu bisa menyebutnya kuman atau kamu bisa menyebutnya flu. Kamu bisa menyebutnya virus. Atau apapun. Aku tidak yakin semua orang tahu apa itu (virus corona),"

29 Maret: 140.886 kasus, 2.467 kematian

"Tidak ada yang lebih buruk daripada mengumumkan kemenangan sebelum kemenangan dimenangkan."

Amerika Serikat menjadi pusat penyebaran virus corona dan memiliki kasus yang paling banyak di antara negara lain di seluruh dunia.

2 April: 215.175 kasus, 5.110 kematian

Trump menyebut China memanipulasi data kasus yang terjadi di China. Hal ini disebutnya karena kasus infeksi COVID-19 di AS lebih tinggi daripada China.

"Bagaimana kita tahu jika data mereka akurat?" tutur Trump.



Simak Video "Dalam 24 Jam, 2.108 Orang Meninggal di AS karena Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)