Jumat, 03 Apr 2020 14:26 WIB

IDI Sayangkan Tudingan Soal Tenaga Medis Sumber Penularan Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
RSHS Bandung melakukan simulasi penanganan pasien suspect corona, Jumat (6/3/2020). Simulasi itu untuk menunjukkan kesiapan RSHS dalam menangani pasien suspect corona. Dokter jadi garda terdepan penangana corona. (Foto: Wisma Putra)
Jakarta -

Banyak tenaga kesehatan yang menjadi korban diskriminasi akibat merawat pasien virus corona COVID-19. Masyarakat banyak yang menganggap dokter dan perawat bisa menjadi sumber penularan virus corona sehingga tidak sedikit yang diusir dari tempat tinggal mereka.

"Begini, jadi masyarakat itu kan perlu diyakinkan. Pertama memang perlu penjelasan, diberi tahu, diedukasi lebih serius. Tetapi ada yang lebih meyakinkan masyarakat lagi, ketersediaan APD (alat pelindung diri) diyakinkan bagus atau cukup," terang Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia, dr Daeng M Faqih dalam konferensi pers daring Katadata, Jumat (4/3/2020).

Ketersediaan APD disebut dr Daeng bisa menjadi kunci keyakinan masyarakat bahwa tenaga medis tidak akan menjadi sumber penularan. Saat ini dengan adanya isu APD yang kurang sampai harus modifikasi menjadi keresahan tidak hanya bagi para dokter dan perawat tetapi juga masyarakat sehingga menganggap mereka bisa menjadi agen penularan.

Dukungan fasilitas penunjang seperti masker, APD, dan alat-alat penanganan pasien juga dirasa penting agar tenaga medis bisa bekerja dengan aman. Sebab jangan sampai tenaga medis pun jadi ikut tertular dan sakit karena kekurangan alat pelindung diri.

"Barangkali ada strategi juga yang sudah banyak dilakukan, petugas kesehatan diberi tempat tertentu selama merawat pasien seperti mess/tempat menginap, seperti di Wisma Atlet ada tempat sendiri. Saya lihat ada beberapa hotel di DKI Jakarta yang menyiapkan untuk petugas kesehatan," pungkasnya.



Simak Video "Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Ponsel?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)