Jumat, 03 Apr 2020 15:18 WIB

Pekerja Seks 'Lampu Merah' di Jepang Dituding Sebarkan Virus Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
silhouette of a woman tied up to a chair against a red background Ilustrasi distrik lampu merah (Foto: iStock)
Jakarta -

Belasan pekerja seks di salah satu distrik 'lampu merah' terbesar di Jepang telah terinfeksi virus corona COVID-19. Hal ini dikhawatirkan menjadi penyebab meningkatnya kasus positif penyakit itu di Jepang.

Dikutip dari New York Post, pejabat di Kabukicho, Shinjuku, mengatakan peningkatan tajam jumlah kasus infeksi yang terjadi tampaknya berasal dari area hiburan orang dewasa. Sebagian besar berasal dari wanita yang bekerja di klub malam dan pria yang mencari pekerja seks.

Keintiman yang terjadi membuat penyebaran hampir tak terhindarkan, terlebih para pekerja seks yang tak mau bekerja sama untuk memberitahu dengan siapa mereka berhubungan.

Walikota Shinjuku, Kenichi Yoshizumi mengatakan fasilitas kesehatan di daerahnya sudah di ambang kewalahan dan mengimbau warganya untuk menghindari klub malam. Diperkirakan sekitar 300.000 orang mengunjungi 300 bisnis hiburan malam di Kabukicho setiap harinya.

Presiden Asosiasi Penyakit Infeksi Jepang, Kazuhiro Tateda mengatakan penyebaran virus corona di distrik hiburan malam sudah sangat serius.

"Ini terkait dengan kehidupan malam. Ini adalah distrik klub malam yang sangat sibuk di mana orang-orang berdekatan dan itu populer di kalangan pria paruh baya," ucap Tateda.

Pada hari Kamis (3/4/2020) jumlah infeksi virus corona di Jepang sudah mencapai 2.400 kasus dan 57 di antaranya meninggal dunia.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)