Senin, 06 Apr 2020 06:34 WIB

WHO Bilang Bahaya, Masuk Kompleks Kok Masih Disemprot Disinfektan?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Petugas menyemprotkan disinfektan ke TKI yang tiba di Pelabuhan Internasional Batam (Agus Siagian/detikcom) Petugas menyemprotkan disinfektan ke TKI yang tiba di Pelabuhan Internasional Batam (Agus Siagian/detikcom)
Jakarta -

Para pakar mengatakan semprotan disinfektan ke tubuh manusia bisa berbahaya. Namun masih banyak saja yang melakukan dengan dalih demi memberikan perasaan tenang, walau mungkin tidak benar-benar mematikan virus.

Praktisi kesehatan yang jugad dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH memberi catatan khusus soal ini. Menurutnya, merasa aman ketika sudah disemprot dalam bilik disinfektan adalah sebagia kesalahan.

"Justru ini yg bisa misleading. Merasa sudah aman melewati bilik disinfektan atau sudah tenang disemprot disinfektan, tapi sebenarnya ketika ada yang batuk atau bersin tetap bisa menularkan sekitar. Hal ini segera harus diluruskan," tegas Prof Ari dalam sebuah diskusi online Minggu (6/4/2020).

Organisasi kesehatan dunia WHO telah menyampaikan, cairan disinfektan ke tubuh bisa berbahaya jika mengenai selaput lendir seperti mata dan mulut. Kementerian Kesehatan menegaskannya dengan tidak menganjurkan pemakaian bilik disinfeksi di tempat umum dan permukiman.

"Penggunaan desinfektan jenis larutan hipoklorit pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar parah," tulis Kemenkes dalam sebuah surat edaran untuk para kepala dinas.



Tim Pakar Gugus Tugas percepatan penanganan virus corona COVID-19, Prof Wiku Adisasmito juga tepah menyampaikan imbauan senada. Menurutnya, upaya pencegahan lebih efektif dilakukan dengan mencuci tangan pakai sabun.

"Disinfektan hanya boleh untuk benda atau barang sehingga tidak disarankan untuk disemprotkan ke tubuh manusia," katanya pada konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Selain berbahaya bagi tubuh manusia, penyemprotan disinfektan dengan membabi buta juga tidak efisien karena tidak sebanding dengan dampak buruknya bagi lingkungan. Beberapa bahan kimia yang digunakan bersifat korosif dan bisa merusak bila dipakai tidak sesuai takaran.

"Mending uangnya untuk beli sembako. Justru sembako ini yang kita butuhkan agar orang punya daya tahan tubuh yang baik," kata Prof Ari.

Setujukah dengan penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia?



Simak Video "Dokter Paru: Bilik Disinfektan Bikin Batuk dan Sesak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)