Senin, 06 Apr 2020 12:32 WIB

Peneliti Hong Kong Sebut Virus Corona Dapat Bertahan di Masker Selama Seminggu

Anjar Mahardhika - detikHealth
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom) Peneliti di Hong Kong sebut virus corona bisa bertahan di masker selama seminggu. (Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Para peneliti dari University of Hong Kong (HKU) menerbitkan sebuah jurnal medis The Lancet pada Kamis (2/4/2020) tentang ketahanan virus corona bertahan pada suatu benda. Pada penelitian ini disebutkan bahwa virus corona COVID-19 dapat menempel pada lapisan luar masker bedah selama seminggu.

"Virus corona bisa sangat stabil bertahan di suatu lingkungan, tetapi juga rentan terhadap metode disinfeksi standar," kata para peneliti dari University of Hong Kong (HKU), dilansir dari South China Morning Post.

Malik Peirish salah satu anggota peneliti yang juga ahli virologi klinis dan kesehatan masyarakat mengatakan masih ada tingkat infeksi yang terdeteksi pada lapisan luar masker bedah selama tujuh hari.

"Inilah sebabnya ketika menggunakan masker bedah, Anda tidak boleh menyentuh bagian luar masker. Karena dapat mencemari tangan Anda dan jika memegang mata, Anda bisa memindahkan virus ke mata," kata Peirish.

Sebelumnya, para peneliti Amerika dalam jurnal ilmiah Nature menyebutkan bahwa virus corona COVID-19 dapat bertahan selama berhari-hari. Mencuci tangan menjadi hal yang paling disarankan untuk mencegah penyebaran virus corona. Selain itu jangan menyentuh wajah tanpa membersihkan tangan terlebih dahulu.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)