Senin, 06 Apr 2020 14:01 WIB

3 Versi Tutorial Bikin Masker Kain untuk Cegah Corona, Praktis Banget

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
KRL masih menjadi salah satu transportasi publik yang banyak digunakan oleh masyarakat. Aktivitas penumpang KRL di sejumlah stasiun pun tampak normal. Masker kain wajib digunakan saat keluar rumah (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Menggunakan masker kain ketika keluar rumah lebih disarankan daripada tidak mengenakan masker sama sekali. Saat ini pemerintah juga mewajibkan semua orang yang bepergian untuk mengenakan masker.

Meski tidak seefektif masker medis atau N95, setidaknya masker kain bisa menahan droplet sekitar 70 persen. Penggunaan masker kain ditujukan bagi mereka yang sehat agar tidak tertular droplet dari yang sakit.

Selain material yang gampang ditemukan, masker kain juga bisa dibuat sendiri dan tidak membutuhkan bahan khusus. Beberapa jenis kain yang direkomendasikan untuk membuat masker sendiri di rumah antara lain kain katun, sarung bantal, kain lap, atau syal.

Berikut tutorial membuat masker yang mudah untuk cegah corona dari situs resmi The Center of Disease Control and Prevention (CDC).

1. Masker kain yang dijahit

Alat dan bahan:

  • Kain katun, waslap, atau kain mikrofiber
  • Dua potongan karet elastis ukuran 10 cm, bisa karet gelang, tali, atau ikat rambut
  • Jarum dan benang
  • Gunting
  • Mesin jahit

Cara membuat:

  1. Potong dua kain dengan ukuran persegi panjang sekitar 30x15 cm atau 25x10 cm untuk ukuran kepala yang lebih kecil. Agar memudahkan, bedakan pola berbeda untuk bagian belakang dan depan masker.
  2. Jahit kedua lapisan tersebut menjadi satu, jangan lupa sisakan 2 cm bagian tepi kain sebagai tempat centelan karet masker.
  3. Setelah semua sisi terjahit, gunakan jarum besar atau jepit rambut untuk memasukkan bahan elastis seperti karet ke kedua sisi tepi kain. Ikat kedua ujungnya dengan kencang.
  4. Jika tidak punya bahan elastis, gunakan tali dengan ukuran lebih panjang untuk mengikat masker di bagian belakang kepala.
  5. Tarik pelan bahan elastis tersebut lalu rapikan simpulnya. Rapikan sisi-sis masker dan disesuaikan dengan ukuran wajah.
  6. Jangan lupa menjahit ulang maskernya di seluruh sisi untuk memastikan karet dan masker tidak copot.


2. Masker kain dari bahan kaus bekas, tak perlu dijahit

Alat dan bahan:

  • Kaus bekas
  • Gunting

Cara membuat:

  1. Potong kaus bekas dengan ukuran 20 cm dari bawah kaus.
  2. Setelah itu, satukan dan potong ujung kaus dengan ukuran 15 cm, sisakan 2 cm di ujung kain sebagai tali penyangga masker.
  3. Sesuaikan dengan ukuran kepala dan ikat tali masker di sekitar leher dan di atas kepala
Tips membuat masker kain dari CDC.Tips membuat masker kain dari CDC. Foto: CDC

3. Masker kain, tak perlu dijahit

Alat dan bahan:

  • Kain katun, sarung bantal, waslap, bandana, syal dengan ukuran 50x50 cm
  • Saringan kopi atau tisu
  • Karet gelang atau ikat rambut

Cara membuat:

  1. Lipat kain menjadi dua
  2. Letakkan saringan kopi atau tisu atau kain sarung bantal di tengah sebagai filler
  3. Lipat kain menjadi tiga
  4. Masukkan ikat rambut ke dua sisi kain dengan jarak kira-kira 15 cm
  5. Lipat sisa ujung kain yang tersisa ke bagian dalam
  6. Balik kain ke bagian depan dan tarik kedua ujungnya dengan pelan
  7. Masker siap digunakan.


Simak Video "Kenali Plus-Minus Masker Kain Sebagai Penangkal Virus"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)