Selasa, 07 Apr 2020 04:53 WIB

Boyolali Resmikan RS Darurat, Tampung Suspect Corona Kondisi Ringan-Sedang

Ragil Ajiyanto - detikHealth
RS Darurat COVID-19 di Boyolali RS Darurat COVID-19 di Boyolali (Foto: Ragil Ajiyanto/detikHealth)
Boyolali -

Pemkab Boyolali resmi mengoperasionalkan Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19. Rumah sakit ini akan menampung Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam kondisi ringan hingga sedang.

RSD Covid-19 menempati Runawan di Kampung Rejosari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Ada lima lantai di Rusunawa tersebut, namun kini yang dipersiapkan baru satu lantai dengan kapasitas 36 tempat tidur.

"Apa yang dipersiapkan ini (RSD Covid-19) merupakan satu langkah kesiapsiagaan kita mencegah covid-19," kata Wakil Bupati Boyolali, Moh Said Hidayat, usai peresmian pembukaan RSD Covid-19, Senin (6/4/2020).

RSD ini akan merawat PDP corona dalam kondisi ringan hingga sedang. Sementara yang kondisinya berat, dirujuk ke RSUD Pandan Arang, Boyolali.

Pasien yang dirawat di RSD ini, lanjut dia, jika kondisinya membaik, pulangnya akan diantarkan oleh tim. Namun, jika kondisinya perlu dilakukan perawatan lebih intensif maka akan dirujuk ke RSUD Pandan Arang. Di sana juga sudah disiapkan ruang isolasi di bangsal Brotowali.

"Kita berdoa semoga (RSD Covid-19) tetap kosong. Semoga di Boyolali tetap benar-benar nol, tidak ada pasien covid-19, semoga masyarakat Boyolali secara keseluruhan tetap sehat, tetap berbagi senyum, tetap semangat dan kita teruskan membangun Boyolali," harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina, mengatakan rumah sakit darurat corona yang menempati bangunan Rusunawa ini disiapkan untuk penegakkan diagnosa dan screening pasien tersangka covid-19.

"Untuk penegakkan diagnosis dan screening pasien-pasien tersangka covid-19. Disini disediakan fasilitas-fasilitas UGD untuk menunjang kegawatdaruratan sekaligus proses pemeriksaan dan screening, ditunjang pemeriksaan radiologi serta pemeriksaan darah rutin," ujar Ratri.

Menurut dia, yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Corona ini sebanyak 123 tenaga. Meliputi dokter spesialis paru, dokter umum, perawat, radiografer, laboratorium, tenaga gizi, dan petugas penunjang lainnya. Selain itu juga ada petugas khusus ambulans dan call center.

"Tenaga dari ASN, pegawai rumah sakit dan Puskemas. Namun sebagian besar justru dari relawan," terang Ratri.

Pihaknya juga menyiapkan rapid test, tetapi khusus untuk PDP.

Pasien yang akan dirawat di RSD ini, kriterianya untuk usia 15 hingga 55 tahun. Usia kurang dan lebih dari itu maka akan dirujuk ke RSUD Pandan Arang.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)