Selasa, 07 Apr 2020 07:00 WIB

10 Penyakit Ini Tak Kalah Mematikan dari Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Disinfeksi virus corona COVID-19 (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Virus corona COVID-19 saat ini menjadi salah satu penyakit yang sangat ditakuti di seluruh belahan dunia. Penyakit akibat virus ini bahkan sudah menewaskan sekitar 70.000 orang di dunia. Gejala yang muncul karena penyakit ini juga semakin beragam dan penyebarannya tidak terduga.

Namun, ternyata COVID-19 ini bukan termasuk penyakit yang paling mematikan di dunia di setiap tahunnya. Masih ada penyakit-penyakit yang tidak kalah mematikan. Jika ditangani dan didiagnosa dengan tepat, risiko kematian bisa dikurangi.

Mengutip dari The Star, berikut ini 10 penyakit paling mematikan yang ada di dunia.

1. Arteri koroner

Arteri koroner dikenal juga sebagai penyakit jantung iskemik. Penyakit atau kerusakan ini disebabkan karena terjadinya penyempitan pembuluh darah di jantung, dan berisiko terkena serangan jantung. Penyakit ini masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia.

Penyakit ini bisa muncul tanpa gejala, nyeri dada, hingga gagal jantung. Faktor risikonya terdiri dari, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, hingga obesitas.

2. Stroke

Stroke merupakan penyakit yang terjadi saat arteri di otak tersumbat atau bocor. Otak akan mengalami kekurangan oksigen, setelah itu sel-sel otak akan mati dalam beberapa menit.

Jika stroke ditangani dengan cepat dan tepat, kemungkinan bisa pulih kembali. Tapi, jika terlambat bisa menyebabkan kecacatan dalam jangka panjang. Gejala yang muncul, terdiri dari mati rasa di seluruh atau sebagian tubuh, sulit berjalan atau melihat, dan kebingungan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), 93 persen orang yang stroke gejala utamanya adalah mati rasa di seluruh tubuh. Dan penyakit ini masih menjadi penyebab utama kecacatan jangka panjang. Faktor risiko yang bisa menyebabkan stroke, meliputi hipertensi, merokok, diabetes, usia, hingga keturunan.

3. Infeksi saluran pernapasan

Infeksi saluran pernapasan juga menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Penyakit ini meliputi flu, bronkitis, tuberkulosis (TBC), dan pneumonia. Penyebabnya bisa karena virus atau bakteri yang masuk ke dalam saluran pernapasan.

Gejala yang muncul saat mengalami infeksi, di antaranya batuk, sesak napas, nyeri di dada, dan mengi. Jika tidak segera diobati, infeksi ini bisa menyebabkan kematian dan menular ke banyak orang.

Untuk mencegahnya, bisa rutin melakukan vaksinasi, sering cuci tangan terutama sebelum makan dan menyentuh area wajah. Jika sudah terlanjur terinfeksi, segera obati dan memisahkan diri sementara sampai infeksi membaik agar tidak menulari orang lain.

4. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Kondisi ini bisa membuat pengidapnya sulit bernapas dalam jangka panjang. Pada 2004, diperkirakan sudah ada 64 juta orang yang menderita penyakit tersebut. Faktor risiko yang menyebabkannya, terdiri dari sering merokok, punya riwayat infeksi saluran pernapasan sejak kecil, keturunan, dan paparan bahan kimia atau bahan berbahaya lainnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]