Selasa, 07 Apr 2020 11:13 WIB

Tahapan Screening Virus Corona yang Dilakukan Puskesmas

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ratusan warga mengikuti rapid tes di Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (31/3). Kebanyakan dari mereka adalah warga yang mendaftar melalui Pikobar. Petugas melakukan rapid test virus corona COVID-19 (Foto: Whisnu Pradana)
Jakarta -

Saat ini, Indonesia sedang berperang melawan virus corona COVID-19. Screening kini bisa dilakukan di puskesmas.

"Metode screening yang dilakukan adalah merupakan hasil dari penelurusan terhadap masyarakat, yang diduga kontak erat dengan kasus COVID-19 yang positif," kata Sekretaris Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemkes), Bambang Wibowo dalam konferensi pers yang disiarkan oleh BNPB, Selasa (7/4/2020).

Dalam melakukan skrining dan pemeriksaan, puskesmas melakukan wawancara dan penyelidikan epidemologi. Bambang mengatakan, proses skrining yang dilakukan oleh puskesmas saat ini ada dua cara, dengan rapid test dan tes swab.

Rapid test adalah melakukan pemeriksaan terhadap antibodi seseorang. Sebelum memulai tes, masyarakat diberikan informasi dan edukasi, hingga diambil sampel darahnya.

"Pengambilan darah bisa dilakukan dari darah kapiler. Kemudian, petugas puskesmas juga bisa melakukan pengambilan darah dari ujung jari. Kemudian, akan dilakukan pemeriksaan menggunakan rapid test antibodi," jelasnya.

Cara lainnya, bisa melalui tes swab pada tenggorok maupun pangkal hidung. Setelah diambil, sampel akan diperiksa di laboratorium dengan menggunakan PCR. Menurut Bambang, pemeriksaan ini telah dilakukan puskesmas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Saat hasilnya telah keluar, akan diinformasikan kembali kepada masyarakat apakah itu positif atau negatif. Jika hasil dari tes tersebut positif dan tidak menunjukkan gejala atau sakit yang berat akan dianjurkan untuk isolasi di rumah.

"Kemudian puskesmas bersama rumah sakit setempat juga akan membantu untuk memberikan edukasi, informasi, hingga memantau apa yang harus dilakukan, melalui pemanfaatan handphone atau via online," ujar Bambang.



Simak Video "Tes Corona di Indonesia Tertinggal Jauh dari Negara Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)