Jumat, 10 Apr 2020 07:30 WIB

ROUND UP

Glenn Fredly Meninggal dan Bahaya Meningitis

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Glenn Fredly saat menghadiri press conference Tanda Mata Glenn Fredly untuk Ruth Sahanaya Kenali meningitis menyakit yang diidap mendiang Glenn Fredly. (Foto: Gus Mun/detikHOT)
Jakarta -

Dunia musik tanah air kembali berduka, musisi Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) pukul 18.47 WIB di RS Setia Mitra, Jakarta Selatan. Glenn meninggal karena penyakit meningitis yang diidapnya, dan dipastikan bukan karena virus Corona COVID-19.

"Akibat meningitis," kata perwakilan keluarga Glenn, Mozes Latuihamallo dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2020).

Apa itu meningitis?

Mengutip dari Mayo Clinic, meningitis adalah radang pada selaput atau membran yang menyelubungi otak. Penyakit ini umumnya dipicu oleh infeksi virus, tetapi infeksi bakteri dan parasit lain juga bisa menjadi penyebabnya.

Seperti apa gejala khas meningitis?

Dokter bedah saraf dari RS Mayapada, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, mengatakan ada beberapa gejala khas yang bisa dirasakan oleh orang yang menderita meningitis.

"Ada gejala khas radang selaput otak seperti leher kaku jadi kakunya ditekuk seperti menunduk saja keras itu," kata dr Ryu, sapaan akrabnya, kepada detikcom, Kamis (9/4/2020).

"Terus nyeri leher bisa sampai ke dagu nyerinya, demam, sakit kepala, bisa mual bahkan muntah, kejang-kejang, terus ngantuk sampai dibangunkan pun dia melek tapi ngantuk lagi," lanjutnya.

Sementara itu, dr Ryu juga menjelaskan ada perbedaan gejala yang dirasakan oleh orang dewasa dan juga anak kecil atau bayi.

"Kalau pada bayi yang biasa muncul itu gatal-gatal dan nangis nggak berhenti-henti, nggak mau makan, sesak napas itu gejala-gejala pada bayi," tuturnya.

Siapa saja yang rentan terkena meningitis?

Menurut dr Ryu, meningitis bisa menyerang pada siapa saja yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

"Semua bisa, semua umur bisa. Setiap orang punya kerentanan sendiri terhadap bakteri dan virus," ucapnya.

Meski meningitis bisa menyerang pada siapa saja, dr Ryu mengatakan penyakit ini akan jauh lebih rentan terkena pada anak kecil. Sebab daya tahan tubuhnya yang masih terbilang lemah.

"Anak kecil lebih rentan, karena ketahanan anak-anak kan beda belum terpapar. Kalau orang dewasa itu sudah terpapar infeksi macam-macam, jadi daya tahan tubuhnya sudah bagus," jelasnya.

Bagaimana cara penularan meningitis?

Sama seperti penyakit lainnya, meningitis bisa menular antarmanusia. dr Ryu mengatakan meningitis bisa menular melalui droplet atau percikan saat bersin atau batuk.

"Penularan bisa terjadi karena kontak langsung, bisa karena droplet dari batuk dan bersin. Jadi sama seperti penyakit lainnya yang karena virus dan bakteri," ujar dr Ryu.

Apakah meningitis bisa dicegah?

Ada beberapa cara untuk mencegah penularan meningitis meski belum melakukan vaksinasi. Berikut ini cara pencegahannya:

- Cuci tangan. Rutin mencuci tangan untuk mencegah penyebaran virus, bakteri dan parasit penyebab penyakit. Terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.

- Jaga kebersihan. Jangan berbagai minuman, makanan, sedotan, peralatan makan, dan sikat gigi dengan orang lain untuk menghindari risiko penularan.

- Pola hidup sehat. Pertahankan sistem kekebalan tubuh dengan cukup istirahat, berolahraga, dan makan-makanan sehat.



Simak Video "'SwissCovid', Aplikasi asal Swiss Pendeteksi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)