Jumat, 10 Apr 2020 08:10 WIB

Studi China Sebut Virus Corona Masih Ada di Tubuh Meski Gejalanya Mereda

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Peneliti Studi China sebut virus Corona masih tertinggal di tubuh meski gejalanya sudah mereda. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Studi di China sebut virus Corona COVID-19 masih tinggal di dalam tubuh seseorang meski kondisi pasien sudah membaik atau gejalanya sudah mereda. Melalui studi tersebut peneliti melakukan beberapa kali tes swab tenggorokan pada pasien Corona COVID-19.

"Temuan paling signifikan dari studi kami adalah setengah dari pasien (yang diteliti) tetap memiliki virus, bahkan setelah gejala mereka membaik," jelas salah satu peneliti dari Yale School of Medicine Lokesh Sharma, dikutip dari Health24 pada Jumat (10/4/2020).

Bahkan pada kasus Corona dengan gejala berat pasien Corona disebut memiliki kemungkinan waktu shedding yang lebih lama. Di mana shedding merupakan masa seorang pasien dalam menularkan penyakit tersebut.

Para peneliti menyebut bahwa pasien Corona dapat menularkan virus dalam satu hingga delapan hari. Karenanya, mereka menyimpulkan masa karantina pasien perlu diperpanjang untuk menghindari risiko penularan meski kondisinya sudah membaik.

"Ini penting untuk memastikan bahwa Anda tidak menginfeksi orang lain," ungkap peneliti lainnya dari Chinese PLA General Hospital Dr Lixin Xie.



Simak Video "WHO Laporkan Penambahan Kasus Tertinggi Sejak Wabah Corona Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)