Jumat, 10 Apr 2020 10:45 WIB

Jalani Karantina di Hotel Bintang Lima, Wanita Ini Malah Merasa Depresi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi wanita depresi Jalani karantina di hotel bintang lima, wanita ini malah merasa depresi. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Seorang wanita asal Inggris menjalani karantina di sebuah hotel mewah berbintang lima di Malaysia. Namun bukannya merasa nyaman, ia menceritakan dirinya seperti merasa depresi.

Menurut laporan Free Malaysia Today, wanita bernama Alice ini tiba di Malaysia pada Minggu (5/4/2020) pagi. Setibanya di Malaysia, ia segera disemprot disinfektan dan diwawancarai oleh petugas kesehatan setempat.

Wanita berusia 36 tahun ini lalu diantar sebuah bus dari bandara yang menjemput 25 penumpang lainnya ke hotel bintang lima di Petaling Jaya, Malaysia. Kemudian mereka ditugaskan untuk mengisolasi diri di kamar masing-masing.

Dalam wawancaranya dengan FMT, ia mengatakan kamarnya seolah seperti penjara tanpa kartu kunci. "Aku berharap mereka akan membiarkan kita berjalan menyusuri koridor dari waktu ke waktu, supaya kita bisa berolahraga," ungkapnya.

Menurutnya, mereka yang dikarantina di hotel tersebut tidak diizinkan meninggalkan kamar mereka dan tidak ada layanan kamar apapun. Makanan dibiarkan di luar pintu tetapi Badan Nasional Penanggulangan Bencana setempat mengizinkan mereka memesan makanan di luar waktu makan yang ditetapkan.

Alice pun mengatakan makanan yang diterimanya tidak segar dengan sayuran layu dan buah yang dipotong dadu dari kaleng. Mereka semua diberi tujuh botol air dan diberi tahu bahwa itu akan diisi kembali dalam seminggu.

"Dengan hanya lima saluran di TV, sebagian besar di antaranya adalah saluran berita yang membahas tentang coronavirus, saya pikir saya menjadi depresi," ungkapnya.

Alice mengungkapkan alasan utama dia kembali ke Malaysia adalah karena dia tidak memiliki kerabat di Inggris dan ayahnya khawatir tentang kondisinya di sana seiring dengan meningkatnya jumlah kasus virus Corona COVID-19. Dia juga ingin bersama ayahnya yang berusia 71 tahun.



Simak Video "WHO Laporkan Penambahan Kasus Tertinggi Sejak Wabah Corona Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)