Sabtu, 11 Apr 2020 08:10 WIB

Potensi Bahaya Sederet Obat Virus Corona, Salah Satunya Klorokuin

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pasien Corona lansia Beberapa pasien COVID-19 diberi klorokuin. (Foto: iStock)
Jakarta -

Klorokuin, hidroksi klorokuin, dan azithromycin telah digunakan untuk mengobati virus Corona COVID-19. Meski belum ada bukti yang pasti terhadap keefektivitasan dan kelemahannya, dokter tetap harus waspada kemungkinan efek samping serius dari obat-obatan tersebut.

Sebuah ulasan yang dilakukan oleh Canadian Medical Association Journey, menuliskan beberapa potensi berbahaya dari obat-obatan yang digunakan untuk menyembuhkan virus Corona.

"Dokter dan pasien harus mewaspadai beberapa efek samping yang jarang tetapi berpotensi mengancam jiwa dari klorokuin dan hidroksi klorokuin," kata Dr. David Juurlink, Divisi Farmakologi dan Toksikologi Klinis, Pusat Ilmu Kesehatan Sunnybrook, dan ilmuwan senior, dikutip dari Science Daily.

Ulasan yang dipublikasikan dalam jurnal Safety Considerations with Chloroquine, Hydroxychloroquine and Azithromycin in The Management of SARS-CoV-2 Infection pada 8 April lalu memberikan tinjauan umum tentang bahaya yang terkait dengan obat tersebut berdasarkan bukti-bukti yang dihimpun.

Efek samping potensial meliputi:

- Aritmia jantung
- Hipoglikemia
- Efek neuropsikiatri seperti agitasi, kebingungan, halusinasi dan paranoia
- Variabilitas metabolik
- Overdosis yang menyebabkan kejang, koma, dan henti jantung
- Kekurangan obat bagi pasien gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis dan lupus

Studi tersebut juga merangkum rendahnya bukti yang menunjukkan bahwa perawatan dengan obat-obatan di atas bermanfaat bagi pasien COVID-19 dan memperingatkan adanya kemungkinan pemberian obat dapat memperburuk penyakit.

"Inilah sebabnya kita membutuhkan basis bukti yang lebih luas sebelum secara rutin memberikan obat ini untuk mengobati pasien COVID-19," pungkas Dr Juurlink.



Simak Video "5 Temuan yang Diklaim Bisa Mengatasi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)