Sabtu, 11 Apr 2020 13:01 WIB

Terpopuler Sepekan: Glenn Fredly Meninggal dan Meningitis yang Diidapnya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Mutia Ayu di pemakaman Glenn Fredly Musisi Glenn Fredly meninggal dunia. (Foto: Hanif Hawari/detikHOT)
Jakarta -

Tanah Air kembali berduka, musisi Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) di RS Setia Mitra, Jakarta Selatan. Sebelum meninggal, Glenn sempat dikabarkan mendapat perawatan di rumah sakit pada Maret 2020 lalu, dan dirawat selama seminggu.

Kondisi kesehatan Glenn juga sempat mencuri perhatian ketika ia mengungkap keinginannya untuk pensiun dari dunia musik pada Oktober 2010. Saat itu ia tidak mengungkap bahwa dirinya sakit meski secara fisik tampak lebih kurus.

Hingga pada akhirnya perwakilan dari pihak keluarga, Mozes Latuihamallo mengatakan Glenn meninggal karena penyakit meningitis yang diidapnya, dan dipastikan bukan karena virus Corona COVID-19.

"Akibat meningitis," kata perwakilan keluarga Glenn, Mozes Latuihamallo dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2020).

Apa itu meningitis?

Dikutip dari Mayo Clinic, meningitis adalah radang pada selaput atau membran yang menyelubungi otak. Penyakit ini umumnya dipicu oleh infeksi virus, bakteri dan parasit.

Seperti apa gejala khas meningitis?

Dokter bedah saraf RS Mayapada, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, mengatakan ada beberapa gejala khas yang bisa dirasakan oleh orang yang menderita meningitis.

"Ada gejala khas radang selaput otak seperti leher kaku jadi kakunya ditekuk seperti menunduk saja keras itu," kata dr Ryu, sapaan akrabnya, kepada detikcom, Kamis (9/4/2020)

"Terus nyeri leher bisa sampai ke dagu nyerinya, demam, sakit kepala, bisa mual bahkan muntah, kejang-kejang, terus ngantuk sampai dibangunkan pun dia melek tapi ngantuk lagi," lanjutnya.

dr Ryu juga menjelaskan ada perbedaan gejala yang dirasakan oleh orang dewasa dan anak kecil atau bayi.

"Kalau pada bayi yang biasa muncul itu gatal-gatal dan nangis nggak berhenti-henti, nggak mau makan, sesak napas itu gejala-gejala pada bayi," tuturnya.

Siapa saja yang rentan terkena meningitis?

dr Ryu mengatakan bahwa meningitis bisa menyerang pada siapa saja yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

"Semua bisa, semua umur bisa. Setiap orang punya kerentanan sendiri terhadap bakteri dan virus," ucapnya.

Tak hanya itu, dr Ryu juga menjelaskan meski meningitis bisa menyerang pada siapa saja, tapi yang paling rentan terkena penyakit ini adalah anak kecil. Sebab daya tahan tubuhnya yang terbilang masih lemah.

"Anak kecil lebih rentan, karena ketahanan anak-anak kan beda belum terpapar. Kalau orang dewasa itu sudah terpapar infeksi macam-macam, jadi daya tahan tubuhnya sudah bagus," jelasnya.

Bagaimana cara penularan meningitis?

Sama seperti penyakit lainnya, meningitis juga bisa menular antarmanusia. dr Ryu mengatakan meningitis bisa menular melalui droplet atau percikan yang keluar saat batuk atau bersin.

"Penularan bisa terjadi karena kontak langsung, bisa karena droplet dari batuk dan bersin. Jadi sama seperti penyakit lainnya yang karena virus dan bakteri," ujar dr Ryu.

Apakah meningitis bisa dicegah?

Ada beberapa cara untuk mencegah penularan meningitis meski belum melakukan vaksinasi. Berikut ini cara pencegahannya:

- Cuci tangan. Rutin mencuci tangan untuk mencegah penyebaran virus, bakteri dan parasit penyebab penyakit. Terutama dilakukan pada saat sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.

- Jaga kebersihan. Jangan berbagi minuman, makanan, sedotan, peralatan makan dan sikat gigi dengan orang lain untuk mengurangi risiko penularan.

- Pola hidup sehat. Pertahankan sistem kekebalan tubuh dengan cara istirahat yang cukup, rutin berolahraga dan makan-makanan sehat.



Simak Video "Cerita Pilu Wanita AS yang Kehilangan Ibu Gegara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)