Minggu, 12 Apr 2020 11:00 WIB

Terpopuler Sepekan: Obat Ini Diklaim Bisa Bunuh Corona dalam 2 Hari

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Amerika Serikat mencatat 1.169 kematian pasien COVID-19 dalam waktu 24 jam terakhir sejak pandemi corona dimulai. Beberapa obat diklaim bisa menyembuhkan pasien corona. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Belum lama ini, studi dari Monash University dan Doherty Institute bekerja sama dalam penelitian mereka terkait obat ivermectin yang diklaim ampuh bunuh virus Corona COVID-19. Obat tersebut bahkan diklaim bisa membunuh virus corona dalam 48 jam. Apa sih sebenarnya obat ivermectin?

Mengutip CNN, ivermectin adalah obat anti-parasit yang terbuktif efektif dalam mengatasi beragam penyakit termasuk HIV, Dengue, Influenza, dan Zika. Sekelompok peneliti Australia mendapatkan temuan kalau obat tersebut juga bisa dipakai pada virus corona COVID-19.

Pasalnya, dalam temuan mereka obat ivermectin ini dapat menghentikan virus corona SARS-CoV-2 yang tumbuh dalam sel kultur. Obat itu dinilai secara efektif mampu menghapus semua bahan genetik virus dalam waktu 48 jam.

"Bahkan kami menemukan bahwa dosis tunggal pada dasarnya dapat menghapus semua virus selama 48 jam dan bahkan pada 24 jam ada pengurangan yang sangat signifikan dalam hal itu," jelas pemimpin penelitian ini, Kylie Wagstaff.

Menurut Wagstaff, mekanisme ivermectin membunuh virus tidak diketahui secara pasti. Namun, kemungkinannya obat tersebut bekerja menghentikan virus dengan melemahkan kemampuan sel inang.

Studi yang dipublikasikan di Antiviral Reseach pada Jumat (3/4/2020) ini dilakukan secara in vitro atau di dalam laboratorium. Sehingga uji coba klinis pada manusia perlu dilakukan sebelum digunakan secara luas.

Meski begitu, Wagstaff menyebut kalau obat ini bisa menjadi alternatif selama vaksin belum ditemukan. Maka dari itu dalam waktu dekat ia berencana melanjutkan penelitian dengan mencari dosis yang tepat untuk manusia.

"Ivermectin sangat banyak digunakan dan merupakan obat yang aman. Kami perlu mencari tahu berapa dosis yang efektif pada manusia," ungkapnya.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)