Minggu, 12 Apr 2020 12:00 WIB

Tak Pakai APD Sesuai Standar, Perawat Ini Meninggal Dunia Hadapi Pandemi Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Coronavirus written on file folder label Perawat ini meninggal dunia karena tak pakai APD lengkap. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Sudah banyak garda terdepan yang berguguran dalam memerangi pandemi Corona. Kabar duka kembali datang dari seorang perawat layanan kesehatan nasional Inggris (NHS) kelahiran Filipina meninggal dunia.

Mulanya, perawat bernama John Alagos ini jatuh sakit setelah menjalani shift selama 12 jam di Rumah Sakit Umum Watford. Ia pun disebut tidak diizinkan meninggalkan rumah sakit karena pihak RS tengah kekurangan tenaga medis, demikian laporan Daily Mail.

Lalu ia pingsan dan meninggal dunia di rumahnya setelah menjalani shift yang melelahkan, pada Jumat (3/4/2020). Gina Gustilo, ibu Alagos yang berusia 50 tahun, mengatakan bahwa selama anaknya bertugas ia tidak mengenakan pakaian pelindung yang layak di tempat kerjanya. Ditambah lagi, sang anak selalu mengeluh sakit kepala dan demam tinggi sepanjang malam.

"Saya bertanya 'mengapa kamu tidak pulang (saat merasa sakit)?, ia mengatakan dia telah meminta staf lain untuk menggantikannya tetapi mereka mengatakan tengah kekurangan staf dan mereka tidak membiarkannya pergi. Saya berkata, 'OK, ambil beberapa parasetamol,' namun setelah beberapa menit, saya menemukannya membiru di tempat tidurnya," jelas ibu tersebut.

Mendapati anaknya dalam kondisi sekarat, ia langsung menghubungi telepon darurat, tetapi sayangnya paramedis sudah tidak bisa menyadarkan kondisi anaknya.

Ibunya diberitahu oleh rekan-rekan Alagos bahwa ia tidak mengenakan pakaian pelindung yang layak pada saat shiftnya. "Mereka memakai APD, tetapi tidak sepenuhnya melindungi mulut," katanya.

Meski begitu, dalam sebuah pernyataan, Tracey Carter, kepala perawat di Rumah Sakit West Hertfordshire NHS Trust, mengatakan mereka tidak akan pernah mengharapkan siapa pun untuk datang bekerja jika mereka menunjukkan gejala atau dalam kondisi tidak sehat.

"Kami selalu terus memperbarui staf kami pada pedoman APD terbaru untuk memastikan mereka memiliki tingkat perlindungan yang tepat," katanya.

"John sangat populer dan akan sangat dirindukan," jelas Carter.

Rekan-rekan Alagos pun menggalang dana untuk membantu keluarganya yang tengah berduka. "Pada usia 23, dia punya mimpi untuk mengejar Uni, sayangnya, dia tidak akan bisa melakukan ini sekarang," ujar salah satu temannya, dikutip dari Next Shark pada Minggu (12/4/2020).

"Sebagai teman dan kolega, kami memutuskan untuk mengadakan penggalangan dana untuk membantu keluarganya yang berduka. Kami ingin memberikan kembali untuk layanan dan waktu yang dia berikan untuk NHS. Dia memberikan hidupnya untuk profesinya dan kami ingin memberikannya kembali dengan cara yang kami bisa," lanjut salah satu temannya.



Simak Video "Cara Mudah Bantu 'Memulihkan' Dunia dari Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)