Senin, 13 Apr 2020 10:42 WIB

Studi Sebut Pasien Corona Wuhan Alami Kerusakan Otak dan Sistem Saraf

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Peneliti Jerman Dikecam Sebar Informasi Salah Virus Corona Studi sebut pasien corona wuhan alami kerusakan otak dan sistem saraf. (Foto: DW News)
Jakarta -

Pasien di Wuhan, China, disebut mengalami kerusakan otak dan sistem saraf. Sebuah studi mengungkap dampaknya pasien mengalami gejala sakit kepala, bicara tidak jelas, nyeri saraf, bahkan kejang.

Mengutip Daily Mail, temuan yang diterbitkan jurnal JAMA Neurologyy ini melihat masalah otak yang terkait dengan infeksi virus Corona COVID-19. Bahkan gejala-gejala yang dialami bisa menimbulkan risiko yang lebih tinggi.

Ahli saraf yang terlibat dalam studi tersebut, Bo Hu dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong dan rekannya meneliti sebanyak 214 pasien Corona di Wuhan, China, pertengahan Januari dan Februari.

Para ahli melihat gejala neurologis yang ditemukan adalah pusing, sakit kepala, gangguan kesadaran, penyakit serebrovaskular akut, ataksia dan kejang. Sementara itu sistem saraf terganggu seperti adanya gangguan rasa, gangguan bau, gangguan penglihatan, dan nyeri saraf.

Semua pasien dirawat di salah satu dari tiga pusat perawatan khusus di Rumah Sakit Union universitas itu. "Secara keseluruhan, 78 pasien (36,4 persen) memiliki manifestasi neurologis," tulis para peneliti dalam jurnal mereka.

"Dibandingkan dengan pasien dengan infeksi non-parah, pasien dengan infeksi parah adalah lebih tua, memiliki lebih banyak gangguan mendasar, terutama hipertensi, dan menunjukkan lebih sedikit gejala khas virus Corona COVID-19, seperti demam dan batuk," tambah mereka.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)